Select Page

Anda dapat mengunduh Pelajaran disini.

Pengembangan tabiat dikatakan sebagai pekerjaan yang paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia.Selama satu jam kedepan kita akan mendalami hak istimewa kita dan tanggung jawab kita supaya menjadi serupa dengan tabiat Kristus. Bergabunglah bersama kami dalam waktu yang berharga ini untuk pembaharuan diri sebagaimana Pendeta Stephen Wallace akan membawa kita “Dari Kemuliaan kepada Kemuliaan.”

Terima kasih sudah datang kembali. Sudah pasti kita tidak bisa membahas semua materi dalam pembahasanpengantar kita. Tetapi ada janji yang saya ingin bagikan kepada mu sebelum kita melanjutkan ke Pelajaran 2. Counsels on Sabbath School Work, halaman 34 dan 35. Engkau akan menemukannya di bagian atas halaman 4. Dengarkan ini: “Segera setelah pencari kebenaran membuka Alkitab untuk membaca perkataan Tuhan dengan penuh hormat, memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui ‘apa yang dikatakan firman Tuhan.’ terang dan rahmat akan diberikan kepadanya, dan dia akan melihat hal-hal menakjubkan dari hukum Tuhan … ” Dia mengutip disana, tentu saja, Daud dan Mazmur. {Mazmur 119:18} “Kebenaran yang luar biasa yang telah diabaikan dan tidak dihargai selama berabad-abad, akan diungkapkan oleh Roh Tuhan, dan makna baru akan muncul dari teks-teks yang sudah dikenal. Setiap halaman akan diterangi, oleh Roh Kebenaran …, Kebenaran yang paling berharga diungkapkan, nubuat yang hidup didengar oleh telinga yang bertanya-tanya, dan hati nurani manusia dibangkitkan untuk bertindak.” Apakah engkau menginginkan pengalaman itu, saudara- saudaraku? Oh, saya berdoa agar engkau menginginkan pengalaman itu; dan itu bisa menjadi bagian kita, saat kita belajar dengan tekun dengan bantuan dan kekuatan Roh Kebenaran. Amin? {Amin.} Itu bisa menjadi bagian kita, menjadi bagian kita. Dan kita membutuhkannya. Oh, kita membutuhkannya. Para Nabi dan Raja, halaman 626: “Orang-orang Kristen harus bersedia untuk menghadapi apa yang segera akan terjadi di dunia sebagai suatu kejutan yang besar, dan persiapan ini harus mereka lakukan dengan rajin mempelajari Firman Allah dan berusaha untuk menyesuaikan kehidupan mereka kepada peraturan-peraturannya. Keterangan-keterangan mengenai kekekalan yang luar biasa itu menuntut dari kita sesuatu di samping suatu agama khayalan, suatu agama dari kata-kata dan bentuk, di mana kebenaran ditaruh di luar. Allah menyuruh supaya diadakan suatu kebangunan rohani dan suatu pembaruan.” Amin? {Amin.} Faktanya, yang terakhir Review & Herald, 22 Maret 1887: “Kebangkitan kesalehan sejati di antara kita adalah yang terbesar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita. Ini harus menjadi pekerjaan pertama kita dalam mencarinya. “Saudara- saudara ku, Rangkaian kebangunan rohani yang kita lakukan di gereja ini, memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan terbesar dan paling mendesak, untuk membawa kebangunan dan reformasi sejati bagi kita sebagai umatNya. Jika … jika … kita dengan rajin mempelajari firman Tuhan di bawah pengaruh Roh Kudus, ini akan menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Ini akan membawa kehidupan baru. Itulah artinya dihidupkan kembali. Artinya memiliki pengalaman yang sama sekali baru dalam hubungan kita dengan Yesus Kristus. Dimana itu menjadi lebih dari sekedar sesuatu yang dicadangkan di luar. Tetapi kebenaran itu masuk dan mengubah kita dari pusat keberadaan kita dengan mengubah pikiran kita. Dan itu memungkinkan kita untuk mengalami reformasi sejati.

Engkau lihat, kebangunan rohani selalu mengarah ke, apa? Reformasi. Tapi … reformasi yang merupakan hasil dari kebangunan rohani yang sejati itu lebih dari sekedar putih bersih. {Mat 23:27}. Lebih dari sekedar bentuk kesalehan.{2 Tim 3;5} Itu adalah hidup yang diubahkan, ya. Tapi itu murni karena itu muncul dari hati yang berubah, pikiran yang diubahkan. Kita melakukan hal-hal yang benar untuk alasan yang benar. dan saat itulah pengalaman Kristiani kita tidak hanya menjadi sukacita bagi kita, tetapi itu menjadi menarik bagi orang lain; dan kita dapat menjadi saksi yang efektif untuk Raja kita serta menjadi warga negara yang layak untuk Kerajaan-Nya.

Sekarang … kita perlu melanjutkan, pelajaran kita dan dan mulai membahas ayat kunci untuk keseluruhan seminar.. Tetapi sebelum kita membuka Alkitab kita harus melakukan, apa? Kita harus membuka hati kita. Anda tahu, saya hanya ingin berbagi dengan mu tentang itu sebagai alat pengingat, saya telah menggunakannya untuk beberapa lama, dan itu sangat membantu. Sungguh menakutkan betapa kita cenderung bergantung pada diri sendiri ketika mempelajari Firman Tuhan. Maukah engkau mengakuinya dengan saya? Tuhan membantu kita mengatasi kebergantungan terhadap diri sendiri. Dan saya sudah mencoba untuk mengingatkan diri saya sendiri dengan perangkat memori sederhana ini: sebelum saya membuka Alkitab saya perlu membuka pintu hatiku dan mengundang Roh Kudus untuk masuk. Ini sungguh sangat penting saudara-saudaraku bahwa perkataan indah “Lihatlah, aku berdiri di depan pintu dan mengetuk …” {Wahyu 3:20} ditujukan kepada siapa? Gereja Laodikia. Ya, ditujukan kepada Gereja Laodikia. Sekarang … itu adalah dakwaan yang serius sungguh, karena, itu memberitahu kita bahwa Yesus ada di luar. Tapi, puji Tuhan, itu juga meyakinkan kita bahwa Dia ingin datang, kemana? . …ke dalam. Tetapi apakah Dia pernah memaksakan diri-Nya? Jujur. Apakah Dia pernah menerobos masuk ? Tidak. Dia, apa? Dia berdiri di depan pintu dan mengetuk.

Anda pernah melihat lukisan seorang seniman yang menggambarkan ayat itu, bukan? Yesus berdiri di depan pintu dan mengetuk. Sudahkah engkau melihat lebih dekat ke pintu? Apa yang unik dari pintu itu? Tidak ada kenop pintu. Apa yang coba dikatakan seniman itu kepada kita? Jika pintu itu akan dibuka, dari mana kah pintu itu dibuka? …dari dalam. Anda lihat … Yesus adalah seorang yang baik, Dia tidak memaksakan diri-Nya pada siapa pun Dia mengetuk. Apakah engkau mendengar ketukan itu? Tolong, ambil kesempatan ini untuk membuka pintu, dan minta Dia masuk dan, apa? makan denganmu. Atau seperti yang dikatakan New King James, “makan denganmu.” Anda lihat, makan malam adalah untuk makan pada malam hari, sama dengan kata bersantap makan malam. itu berarti makan bersama anda. Kita akan mengambil makanan rohani lainnya. Kita akan makan Roti Hidup. Tetapi,saudara-saudara ku terkasih,jika engkau mencoba …, Dengarkan aku sekarang! Tolong mengerti ini! Jika kita mencoba untuk memberi makan diri kita sendiri dengan Roti Hidup tanpa mengundang Roh Kudus untuk masuk dan makan bersama kita, kita hanya akan berakhir dengan kasus gangguan pencernaan rohani yang serius. Apakah engkau mendengar apa yang saya katakan? Mengapa? Karena tanpa bantuan Roh Kudus kamu tidak akan lapar dan haus, tidak ada selera yang alami untuk hal-hal spiritual; dan jika engkau mencoba memberi makan diri mu sendiri sesuatu yang tidak engkau sukai itu akan menjadi masalah. Engkau bisa saja memuntahkannya tetapi engkau tidak akan menikmatinya. Selanjutnya, pahami poin ini, dibutuhkan Roh Kudus untuk memungkinkan kita untuk mencerna Roti Hidup. Engkau lihat … apa yang engkau butuhkan agar dapat mencerna roti fisik? Disebut apakah itu? Enzim. Kamu tahu itu. Benar kan ? Dibutuhkan enzim untuk memecah makanan, sehingga engkau dapat terpelihara dengan nutrisinya, kita harus memiliki nya,saudara-saudaraku, enzim Roh Kudus untuk memecah Roti Hidup, agar kita dapat diberi makan olehnya dan diperkuat olehnya. Kamu lihat … kamu adalah apa yang kamu makan, dan itu benar terutama apa yang engkau beri makan ke pikiran mu … dan jiwa mu. Dan kita akan memberi makan pikiran kita … dan jiwa kita dengan Roti Hidup, makanan yang sebenarnya. Amin? {Amin.} Yesus berkata: “Barangsiapa makan daging-Ku akan memiliki … “apa? “… hidup.” Apa yang Ia katakan tadi? Daging sama sekali tidak berguna. Dia berfirman dalam Yohanes 6;63, “Perkataan -perkataan yang kukatakan kepadamu adalah…”apa? “…roh dan hidup.” Kita harus memakan Firman-Nya, tetapi kita tidak mungkin mengalami pertumbuhan rohani, dan kesehatan,dan kesejahteraan, sebagai hasil dari makanan ini, kecuali kita dapat mencernanya dengan enzim dari Roh Kudus. Jika engkau tidak memiliki enzim Roh Kudus, engkau hanya akan … Ya… Engkau akan ingin memuntahkan semuanya lagi. Baiklah, saya berbicara cukup secara grafis, tetapi saya ingin engkau memahami, betapa pentingnya memiliki Roh Kudus jika kita ingin diberkati oleh makanan ini. Apakah kita masih bersama?

Baiklah…mari kita bertelut sejenak dan secara pribadi pergi ke pintu, membukanya dan meminta Dia untuk masuk dan makan bersama kita. Ketika engkau berdoa untukmu, maukah engkau berdoa untuk saudaramu yang ada di sini? Saya berdiri membutuhkan doa.

Bapa di Surga, dalam nama Yesus Kristus Tuhan Kebenaran kami, saya datang memberanikan diri ke hadirat-Mu. Berani bukan karena saya menganggap diri saya layak, untuk bertemu dengan Mu tetapi karena dilayak kan oleh Anak Domba yang disembelih Oh, terima kasih Tuhan untuk jalan yang baru dan menghidupkan, yang telah Engkau sediakan dengan harga yang tak terbatas. Terima kasih karena aku diterima di dalam Yesus dibasuh dengan darah-Nya dan berpakaian bulu-Nya yang tak bernoda, aku dapat berdiri di hadapan Mu dalam keyakinan akan diterima secara penuh. .. dan itu memberikan aku… memberikan aku keberanian untuk meminta bahwa Engkau akan memberkati kami dengan cara yang istimewa, ketika kami melanjutkan pelajaran kami malam ini. Curahkan lah Roh Kudus ke atas kami Tuhan. Kami ingin melihat cahaya baru. Jadi, terangi lah setiap halaman Firman Mu dan berikan kami kemampuan supernatural itu untuk melihat terang dengan ketajaman spiritual Bantu kami tidak hanya untuk memahaminya, bantu kami untuk menghargainya dan yang terpenting, bantu kami untuk berdiri di bawahnya. Kami membuka pintu hati kami, dan berkata: “Masuklah, tamu surgawi, masuk dan makan bersama kami.” Aku memohon kepada-Mu, Bapa, tolong berkenan untuk menggunakan aku sebagai saluran berkat kebenaran; Ini lah doa ku, di dalam nama Yesus. Amin.

Ayat kunci kita untuk seluruh seminar adalah 2 Korintus 3:18. Dari teks inilah kita mengambil judul “Dari Kemuliaan kepada Kemuliaan” dan judul pelajaran kita, pelajaran 2: “Kemuliaan Tuhan.” 2 Korintus 3:18 merangkum paling ringkas dan detail, esensi dari pengembangan tabiat Kristiani. Tetapi untuk mengenali itu, engkau perlu melihat lebih dekat pada kata-kata tersebut dengan saya. oke? Kita tidak akan puas hanya dengan pekerjaan di permukaan dalam seminar ini. Kita akan benar-benar melakukan penggalian di berbagai kutipan yang akan kita pertimbangkan. 2 Korintus 3:18 dari versi New King James terdengar seperti ini: “Dan kita semua…” Harap diperhatikan, kata ganti pribadi, yang mencakup penulis, Paulus. Dia dengan jelas mengartikan termasuk untuk dirinya sendiri juga berbicara kepada orang Kristen. Oke? Kita semua adalah orang percaya. “Kita semua dengan muka yang tidak berselubung  …” Di sini, langsung, kita memiliki contoh menarik bagaimana versi New King James telah menerjemahkan bahasa aslinya dengan lebih tepat, dari versi King James. The King James berkata pada titik ini, “… tapi kita semua dengan wajah terbuka;” penjelasan yang cukup akurat tetapi tidak memberi tahu kita bahwa Paulus membuat kontras… perbedaan yang signifikan antara pengalaman kita dengan Musa. Jika engkau membaca 2 Korintus, Pasal 3, engkau akan melihat di ayat 13 Paulus berkata bahwa Musa harus meletakkan, apa? …tudung pada mukanya. Berbeda dengan ayat 18, dia berkata, “… tapi kita semua dengan muka yang tidak berselubung.” Kata yang sama dalam bahasa Yunani, sekarang dalam bentuk kata kerja. Kata yang sama. Sangat menarik… Dengan kata lain, ada perbedaan antara pengalaman kita dan pengalaman Musa’. Musa menyelubungi wajahnya – sedangkan wajah kita tidak terselubung. Sekarang saya hanya ingin menunjukkan,bahwa kita akan berbicara tentang signifikansinya nanti dalam seminar ini. {L08 – p. 7 or 35’36”} Bacalah: “Tetapi kita semua, dengan wajah terbuka,” Apa yang kita lakukan? “Melihat seperti di cermin kemuliaan Tuhan, yang diubahkan menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan kepada kemuliaan, seperti oleh Roh Tuhan.” Begitu banyak kebenaran yang mendalam yang terangkum dalam ayat itu … Begitu banyak. Mari kita pelajari. “Tetapi kita semua, dengan wajah terbuka,” apa yang kita lakukan? “Kita sedang memandang seperti di cermin.” King James mengatakan melihat seperti di kaca, yang merupakan kata kuno untuk “cermin.” Sekarang … perhatikan baik-baik di sini. Ungkapan bahasa Yunani yang diterjemahkan “seperti di dalam cermin” juga bisa diterjemahkan dengan akurat, “sebagai cermin”. Melihat seperti di cermin atau melihat sebagai cermin. Dalam bahasa Yunani bisa berarti keduanya. Tetapi ini sangat menarik beberapa terjemahan yang lebih baru “melihat sebagai cermin.”

Nah, yang mana yang ada dalam pikiran Paulus? Apakah yang ada dalam pikirannya untuk melihat seperti di cermin? Dengan kata lain, melihat sesuatu sebagaimana itu tercermin pada kita. Atau apakah dalam pikirannya untuk memandang sebagai cermin? Memandang untuk tujuan refleksi. Apa yang ada dalam pikirannya? Saya pikir dia bermaksud keduanya. Dan saya pikir dia sengaja menggunakan ungkapan ini karena dia ingin kita melihat kemuliaan Tuhan tercermin pada kita. Tetapi tujuannya apa? … mencerminkannya kepada orang lain. Apakah itu masuk akal? Melihat seperti di cermin, ya tapi juga melihat sebagai cermin, untuk tujuan mencerminkan kepada orang lain. Sekarang, apakah yang kita lihat seperti di cermin atau sebagai cermin? Apa? Apakah itu? Baris berikutnya: “… kemuliaan Tuhan …” … kita akan berhenti sebelum kita membukanya. Saat kita melakukan ini, sebagaimana kita melihat seperti dalam cermin atau sebagai cermin, kemuliaan Tuhan – apa yang terjadi? Kita sedang diubahkan. Kita apa? … sedang diubahkan. Sekarang tolong, bagi anda yang memiliki Alkitab King James, tolong dirimu. Versi King James berkata, “… diubah.”saya tidak mempermasalahkan fakta bahwa mereka mengatakan “berubah” daripada “berganti.” Kekurangan dari terjemahan itu terletak pada bentuk kata kerja. Tolong perhatikan saya. “… sedang diubah.” lebih dekat dengan bentuk kata kerja Yunani. Engkau lihat, bentuk kata kerja bahasa Yunani dalam bentuk yang aktif. Sekarang kata kerja yang aktif dalam bahasa Yunani, perhatikan baik-baik ini, kata kerja aktif dalam bahasa Yunani tidak seperti kata yang kita miliki dalam bahasa Inggris. Engkau menggunakan kata kerja aktif dalam bahasa Yunani saat engkau ingin menunjukkan tindakan berkelanjutan yang sedang berlangsung, apa pun tindakan itu. Dalam hal ini, itu adalah transformasi atau perubahan. Yang paling mendekati dalam bahasa Inggris ke bahasa Yunani dari kata kerja ini, adalah yang di tuliskan New King James: “… kita sedang diubahkan .” “Sedang diubah” … apakah engkau merasakan sesuatu disana? Itu adalah sesuatu yang? … Berkelanjutan…itu progresif…terus-menerus, itu adalah sesuatu yang terus terjadi. Anda lihat, “diubahkan” terdengar seolah-olah terjadi pada suatu waktu dan semuanya selesai. Kemudian,selanjutnya apa Tuhan? Saya berubah. Apakah pengalaman seorang Kristen seperti itu? Oh tidak saudara -saudaraku. Perubahan ini adalah pekerjaan, apa? …seumur hidup {3T 325.2} Kita terus-menerus dalam proses perubahan atau transformasi. Konsep yang sangat penting untuk memastikan bahwa engkau mengerti. Kita sedang diubahkan.

Diubahkan menjadi apa? …menjadi gambar yang serupa. Apakah itu? Itu adalah Kemuliaan Tuhan. Anda lihat, kebenaran yang kita peroleh dari ayat ini dinyatakan seperti ini. Dalam melihat kita diubah, menjadi serupa dengan apa yang kita lihat. Pernahkah engkau mendengarkan itu? Kita diubahkan menjadi serupa dengan apa yang kita lihat. Alkitab tidak mengatakan seperti itu, tetapi menyatakan kebenaran itu dalam ayat ini. kita sedang diubahkan ke dalam gambar yang sama. Apakah itu? Sesuatu yang kita lihat … …dan apa yang kita lihat? Kemuliaan Tuhan. jadi, jika kita diubahkan menjadi gambar yang serupa, bagaimanakah kita akan diubahkan? “… dari kemuliaan kepada kemuliaan.” Berubah menjadi serupa dengan apa yang kita lihat secara progresif. Engkau lihat, sifat progresif dari perubahan itu ditunjukkan dengan cukup jelas di sana: “dari kemuliaan kepada kemuliaan.” Dari satu tahap pengembangan tabiat ke tahap lainnya. Selalu dan terus menerus mendekati kemiripan dengan apa yang kita lihat. Apakah itu masuk akal?

Sekarang… kata kuncinya; jangan lewatkan ini! Siapa yang mengubahkan kita? Apakah kita mengubahkan diri kita sendiri? Bisakah kita mengubahkan diri kita sendiri? Tidak lebih dari macan tutul yang dapat mengubah belangnya, atau orang Etiopia mengganti kulitnya. Kita harus diubahkan, saudara – saudaraku yang terkasih. Kita harus apa? … diubahkan. Mari kita pelajari bersama. Kata kerja apakah itu? Ayo siswa bahasa Inggris, tolong bantu saya. “Diubahkan.”Kata kerja seperti apakah itu? Pasif. Kata kerja pasif: Kita harus diubahkan. Anda tahu apa itu kata kerja pasif? Anda terlihat sedikit tidak mengerti. Kelas bahasa Inggris itu sudah lama sekali, bukan? Ya! Sebuah kata kerja pasif berbeda dengan kata kerja aktif. Apa itu kata kerja aktif? Itu sesuatu yang engkau lakukan. Oke? Saya berlari. Itu kata kerja aktif. Aku melakukannya Saya tertabrak. Itu adalah kata kerja pasif. Itu dilakukan orang pada saya. Apakah Anda mengikuti ini? Berubah adalah kata kerja pasif. Itu adalah sesuatu yang apa? …dilakukan orang lain pada kita. Sekarang, siapakah yang mengubahkan kita? Siapa yang bisa mengubahkan kita? Kalimat terakhir: “oleh Roh Tuhan.” Apakah saya mendengar Amin?{Amin.} Engkau tidak dapat mengubah dirimu sendiri, Saya tidak bisa mengubah diriku sendiri. Kita harus diubah. Ini adalah kata kerja pasif, tapi hati-hati! Mari kita pelajari bersama! Meskipun ini adalah kata kerja pasif, meskipun kita tidak bisa mengubah diri kita sendiri, apakah itu berarti kita tidak terlibat dalam prosesnya? Apakah itu berarti kita hanya duduk santai, melepaskannya dan membiarkan Allah? Apakah seperti itu? Dengan tegas tidak, maksudnya tidak seperti itu, saudaraku yang terkasih, saya mohon… jangan membuat kesimpulan seperti itu.

Kita memiliki peran yang sangat penting, aktif, dan kooperatif untuk dilakukan jika kita ingin diubahkan oleh Roh Kudus! Apakah itu? Apa peran yang harus kita lakukan? Dari kalimat itu sendiri, apa peranan kita? Jika kita akan diubahkan “dari kemuliaan kepada kemuliaan” oleh kuasa Roh Kudus, apa yang harus kita lakukan? … melihat kemuliaan Tuhan. Apakah saya mendengar Amin? {Amin.} Engkau lihat, engkau diubahkan menjadi serupa dengan apa yang kau lihat. Hanya Roh Kudus yang dapat mengubahkan mu, tetapi Roh Kudus bahkan tidak dapat mengubahkan mu, kecuali engkau mau bekerja sama dengan melihat kemuliaan Tuhan … …dan semua orang mengatakan, … {Amin.} Ini bukan pilihan, saudara-saudaraku yang kekasih. Ini sangat penting. Engkau dan saya tidak dapat diubah menjadi serupa dengan apa yang kita lihat … Kita tidak dapat diubah menjadi serupa dengan kemuliaan Tuhan kecuali kita melihat kemuliaan Tuhan. Tidak bisa. Baiklah. Itu membawa kita ke pertanyaan berikutnya.

Apa itu kemuliaan Tuhan? Apa itu kemuliaan Tuhan? Ini sangat penting. Tolong ikuti. Saya ingin memberi engkau jawaban alkitabiah untuk pertanyaan itu karena itu sangat mendasar. Mari kita ke Keluaran 33. Dan alangkah baiknya membuka Alkitab mu dan mengarisbawahinya, jika belum di garis bawahi tetapi jika engkau ingin menggunakan kertas cetakan, ada disana. Keluaran 33, ayat 18 dan 19. Saya ingin engkau mendengarkan percakapan antara Musa dan Tuhan di Gunung Sinai. Engkau mengetahui ceritanya. Musa sudah naik ke atas gunung dia sudah menerima dua loh batu. Ia turun, menemukan anak-anak Israel menari – nari di sekitar anak lembu emas, ia melemparkan ke 2 loh batu ke bawah, menghancurkannya. Demi bangsa israel dia kembali dengan cepat untuk menjadi pengantara mereka. Benar? Tipe Kristus, tipe Kristus yang indah dalam peran ini. Tetapi dia membuat permintaan yang luar biasa di ayat 18, sementara berada di atas sana bersama Allah. Apa yang dia katakan? Dan ia berkata, ‘ tolong ‘ atau di buku King James “Aku memohon kepadamu.” “Perlihatkanlah kiranya kepadaku” apa? “…Kemuliaan-Mu.” Secara khusus Musa meminta untuk melihat apa? … Kemuliaan Tuhan. Sekarang, kita akan mencari tahu apa itu kemuliaan Allah, benarkan? Apa yang Allah nyatakan kepada Musa sebagai jawaban atas permintaan nya, dan menyetujui permintaannya untuk melihat kemuliaan Allah? Apa yang Tuhan akan nyatakan kepadanya? Kita lihat ayat berikutnya. Ayat 19 “Kemudian Dia”, huruf besar ‘D’, ini adalah Tuhan yang berbicara, “lalu dia berkata: ‘Aku akan melewatkan segenap …”’ apa? “‘kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu.”‘ Sangat menarik. Kemuliaan Tuhan jelas ada hubungannya dengan kebaikan-Nya. Apa itu? Itu adalah kualitas moral dari pribadi-Nya, dan itu juga ada hubungannya dengan nama-Nya. Apakah itu masuk akal? Sekarang, mari kita dengarkan sewaktu Allah menyatakan kebaikan-Nya dengan menyerukan nama-Nya. Kita buka Pasal 34 ayat 5 dan berikutnya “Turunlah TUHAN dalam awan lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.” Bukankah itu yang dia katakan akan dia lakukan? Ya. Apa nama nya? “…berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru “TUHAN, TUHAN, Allah penyanyang, dan pengasih, panjang sabar berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa, tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah…”’ Apa yang kita miliki di sini? Dalam menyerukan nama-Nya, apa yang kita miliki di sini?… … kita memiliki kebajikan yang membentuk karakter-Nya. Apakah kita semua masih bersama-sama? Jadi kesimpulannya: apakah kemuliaan Tuhan itu? Itu adalah tabiat-Nya. Amin? {Amin.}, Kemuliaan Tuhan dalam, apa? …Tabiat-Nya. Sekarang kita telah mengakuinya dari Kitab Suci.

Mari kita konfirmasi dari tulisan yang di ilhami tentang kitab suci yang para umat gemari. Review and Herald, November 3, 1896. Bagian bawah halaman 4. Apakah engkau melihat di mana kita berada? “Itu adalah tabiat-Nya yang benar yang meninggikan kemuliaan Tuhan …” Apakah kita semua masih bersama-sama? Apakah kemuliaan Tuhan? Itu adalah tabiat-Nya yang benar? Saudaraku yang terkasih, Saya tidak mungkin terlalu menekankan pentingnya memahami apa yang baru saja kita bagikan, dan mempertahankannya. Mengapa? Kami mengusulkan untuk mempelajari apa yang Firman Tuhan katakan di pelajaran pembangunan tabiat ini. Setuju? Kami meyakinkan engkau tentang itu dalam pelajaran pengantar. Sekarang, untuk memahaminya, bagaimanapun, apa yang Firman Tuhan katakan tentang pelajaran ini, kita harus mengetahui apa istilah Alkitab untuk konsep ini. Anda tahu … jika anda yakin bahwa pembangunan tabiat adalah pekerjaan paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia dan belum pernah sebelumnya hal itu dipelajari lebih penting daripada sekarang ini. {Pendidikan 225} Dan engkau akan pulang bertekad untuk mencari tahu apa yang Alkitab katakan tentang pembangunan tabiat, apa yang mungkin engkau akan lakukan? Engkau mungkin akan pergi ke rak perpustakaan mu dan menurunkan Konkordansi mu, Konkordansi mu yang lengkap. Benarkah? Membersihkan debunya, lalu kata apa yang akan engkau cari? Tabiat, benarkan? Engkau ingin mencari tahu apa yang Alkitab katakan tentang pembentukan tabiat. Engkau akan mencari kata ” tabiat.” Apa yang akan engkau temukan? Pernahkah engkau melakukan itu? Konkordansi yang lengkap. Sekarang, apa itu konkordansi yang lengkap? Itu adalah catatan yang memiliki setiap kata dalam Alkitab, bahkan semua “iru” dan ‘ sebuah. ” Jika itu lengkap, itu harus memiliki semua yang terdaftar. Bahkan hal-hal yang tidak akan pernah engkau cari. Baiklah, konkordansi yang lengkap. Cobalah. Konkordansi yang lengkap untuk Alkitab King James. Cari kata “tabiat.” Apa yang akan engkau temukan? Itu tidak ada. Itu tidak ada. Tidak ada satupun di Alkitab versi King James memiliki kata “tabiat” di dalamnya, dan jika engkau tidak tahu dengan baik, apa yang mungkin engkau simpulkan? Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang pembentukan tabiat. Apa yang pembicara seminar ini bicarakan? Pekerjaan paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia Jelas sekali bahwa Alkitab tidak berfokus tentang itu, bahkan tidak membicarakannya. Apakah itu kesimpulan yang benar? Oh saudara -saudaraku yang terkasih, itu pasti kesimpulan yang sangat keliru.

Saya mohon, tolong dengarkan saya. Saya tegaskan bahwa seluruh Kitab Suci pada pokoknya dan secara konsistenpeduli tentang pemulihan kita untuk menjadi serupa dalam tabiat dengan Pencipta kita. Itu mencakup semua tema Alkitab. Tetapi engkau tidak akan mengenali itu dan menghargai nya, sampai engkau memahami istilah Alkitab untuk “tabiat;” dan apakah itu? Itu adalah k-e-m-u-l-i-a-a-n. Itu adalah kemuliaan! Ambil kan Konkordansi mu yang lengkap itu dan cari kata”kemuliaan” dan engkau akan mendapatkannya halaman demi halaman demi halaman pelajaran tentang tabiat. Karena istilah Alkitab untuk “tabiat” adalah apa? …adalah kemuliaan. Apakah kita masih bersama-sama? Sekarang, ada istilah lain yang juga digunakan merujuk kepada tabiat; “nama” adalah satu, seperti yang engkau lihat erat kaitannya di sini ketika Musa memohon, “Perlihatkanlah kiranya kepadaku Kemuliaan-Mu.” Tuhan berkata,”Aku akan menyerukan “ apa? “…nama TUHAN.” “Kasih karunia”, dalam arti yang nyata, juga terkait erat dengan tabiat. Terkadang, hampir sama dengan itu. Kami akan menjelaskan itu, saat pelajaran berjalan. Tetapi istilah utama dalam Alkitab untuk tabiat adalah, apa? … adalah kemuliaan. Peganglah kunci itu. Itu adalah kunci penafsiran yang sangat berharga. Ooo, ada kata yang besar. Apa itu kunci penafsiran? Apa yang dimaksud dengan penafsiran? Itu adalah pelajaran Alkitab. Membuka kebenaran. Membuka bagian-bagian Alkitab yang bisa kita pahami kebenaranNya. Itulah penafsiran/eksegesis. dan kami akan memberi engkau kunci penafsiran yang berharga yang membantu engkau untuk membuka kebenaran yang berharga. Khususnya pada bagian di mana engkau menemukan kata “kemuliaan.” Sekarang, jika pengalaman mu sama seperti saya, sebelum saya memiliki kunci penafisaran itu dan memahami bahwa istilah Alkitab untuk karakter adalah “kemuliaan;” setiap kali Saya menemukan kata “kemuliaan”, Saya pikir itu berarti semacam cahaya terang. Benarkan? Engkau tahu, kemuliaan,whoa… Kemuliaan Tuhan itu sangat terang. Ya, kemuliaan Tuhan itu terang. Ya, itu terkait dengan cahaya. Tetapi ketahuilah, saudara – saudaraku, kemuliaan Tuhan yang terutama adalah karakter-Nya. Amin?

Sekarang, mulai saat ini, jika itu belum menjadi latihan mu sebelumnya; kapanpun engkau menemukan kata kemuliaan dalam Kitab Suci, mulai saat ini, saya ingin engkau berpikir, apa? …tabiat; dan jika engkau hanya berpegang pada hal itu, engkau akan berada di jalur yang tepat untuk mencari tahu apa yang dikatakan Alkitab tentang pembangunan tabiat. Izinkan saya memberikan engkau contoh yang singkat. Kita buka Yesaya pasal 60. Yesaya, pasal 60. Saya akan membuka Alkitab ku. Engkau bisa melihatnya dalam catatan itu.Tetapi, alangkah baiknya apabila kita membuka Alkitab. Bagian Kitab Suci ini secara khusus sangat relevan, dan berlaku untuk kita, saudara – saudara ku, di akhir penutupan sejarah dunia ini. Ya, itu adalah bagian nubuatan yang memiliki aplikasi ganda. Penerapannya yang pertama adalah pada kedatangan Kristus yang pertama, dan itu telah digenapi. Tetapi ini memiliki penerapan ganda dan ini menunjuk pada gereja Tuhan tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali. Saya akan fokus bersama engkau pada hal ini aplikasi kenabian sekunder. Apakah engkau bersamaku? Dengarkan ini, seperti yang ditujukan kepada kita di akhir penutupan sejarah dunia ini. Dengarkan betapa pentingnya ini melalui suara Nabi: “Bangkitlah, menjadi teranglah” Melakukan apa? “… bangkit, menjadi teranglah.” Baiklah Yesaya, tapi bagaiman caranya? Bagaimana kita bisa menjadi terang? Jawabannya sebagai berikut. “sebab terangmu telah datang!” Bisakah kamu menjadi terang tanpa adanya cahaya? Tidak! Jadi jika kita ingin bangkit dan menjadi terang, kita harus memiliki terang itu. Oke bagaimana, Yesaya, apakah kita menerima terang ini? Dari manakah asalnya terang ini? Dengarkan. Baris berikutnya: “Dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” Sekarang kata apa yang baru saja engkau dengarkan di sana? Kemuliaan. Apa yang kamu lakukan? Engkau langsung memikirkan, apa? Ayo. …tabiat. Engkau menggunakan kunci penafsiranmu dan engkau menyadari bahwa apa yang dibicarakan Yesaya di sini adalah tabiat Tuhan yang dinyatakan didalam Siapa? … Tuhan, Yesus Kristus. Amin? {Amin.} Engkau lihat, Yesus Kristus adalah “cahaya,” Ibrani 1, ayat 3,”Ia adalah cahaya kemuliaan Allah.” Amin? Dengan kata lain, Dialah yang paling bersinar dari tabiat Tuhan. Ingat? Kemuliaan artinya apa? …tabiat. Jadi ketika Alkitab mengatakan Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah, ini benar-benar mengatakan bahwa Yesus adalah yang paling bersinar dari tabiat Tuhan. Dia adalah Matahari Kebenaran M-a-t-a-h-a-r-i. Dia adalah apa? Dia adalah Matahari Kebenaran. Dia adalah pancaran cahaya tentang tabiat Tuhan; dan itu bersinar atas kita. Itulah sumber cahaya. Setuju?

Lalu bagaimana kita menjadi terang? Bagaimana caranya kita menjadi terang? Lihat ayat berikutnya. Ayat 2: “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa…” Alkitab King James mengatakan: “…kekelaman menutupi bangsa-bangsa.” Sebenarnya, saya lebih menyukainya. Saudara-saudarku, kedua baris ini memberi tahu kan kita dengan sangat jelas bahwa bagian ini terutama berlaku untuk kapan? … sekarang. Pertanyaan: kapan kah saat yang paling gelap? Tepat sebelum fajar. Matahari kebenaran akan segera kembali. Apakah saya mendengar “amin”? Jadi, apa yang kita harapkan planet bumi akan ditutupi? Kegelapan yang pekat. Bukankah seperti itu sebelum penggenapan pertama dari bagian ini? Dengan kedatangan Kristus yang pertama? Oh, planet Bumi dan umat manusia ditutupi oleh kegelapan yang pekat, saudara-saudaraku yang terkasih; begitu juga sebelum kedatangan kedua. Ada kegelapan yang pekat. Kegelapan yang pekat meliputi orang-orang. Kegelapan yang pekat. Bagaimana kita bisa menjadi terang dalam kegelapan yang pekat ini? Lihat baris terakhir di ayat 2: “tetapi terang TUHAN terbit,”dimana? “…atasmu.” Apakah saya mendengar “amin”? {Amin.}

Apa yang harus kita lakukan? Kita harus melihat kemuliaan seperti yang tercermin pada kita, tetapi untuk tujuan apa? … merefleksikannya kepada orang lain. Itulah satu-satunya cara agar kita bisa menjadi terang. Amin? {Amin.} Engkau tidak dapat menghasilkan cahaya mu sendiri. Engkau hanya dapat memantulkan terang Kebenaran sebagaimana itu bersinar di atas mu. Seperti yang diungkapkan kepada mu dalam kehidupan Yesus Kristus. Dan apakah kebenaran itu? Kebenaran adalah fakta sederhana yang mendalam sebab Allah adalah kasih. {1 Yoh 4: 8} Amin? {Amin.} Tabiat Tuhan dalam satu kata adalah kasih, saudara – saudara ku; dan sewaktu kita melihat wahyu yang indah itu, dengan melihat kita akan menjadi apa? …berubah. Berubah menjadi serupa dengan apa yang kita lihat. Dari apa? … dari kemuliaan menuju kemuliaan; {2 Cor 3:18} dan itulah satu-satunya cara agar siapapun di antara kita dapat menjadi terang. Tidak ada cara lain! Tidak ada cara lain!

Dan tolong lihat ayat berikutnya. Perhatikan apa yang terjadi untuk kesuksesan kita sebagai pemenang jiwa ketika kita mencerminkan tabiat Kristus? Lihatlah ayat berikutnya: “Bangsa-bangsa berduyun-duyun” akan apa? “…datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Apakah engkau mendengarkan itu saudara- saudara ku? Kapan kah kita akan menjadi pemenang jiwa yang efektif? Kapan kita akan digunakan oleh Roh Kudus untuk membawa orang ke dalam hubungan yang menyelamatkan dengan Yesus? Kapan? Hanya ketika mereka melihat tabiat Yesus tercermin di dalam hidup kita. Apakah saya mendengar “Amin”? {Amin.} jika mereka tidak melihat kemuliaan apakah mereka akan ditarik? Akankah mereka datang? tidak, mereka tidak akan datang. Diberkatilah engkau…tolong maafkan saya…tapi saya harus katakan ini. Mungkinkah kita telah menunjukkan dengan tepat alasan usaha memenangkan jiwa kita tidak seefektif yang kita harapkan? Sekarang, maukah engkau mengakuinya dengan saya? Maukah engkau mengakuinya dengan saya? Mohon perhatikan. Dikatakan… Dikatakan, “Ketika kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” Dikatakan, “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu.” Mereka akan datang. Engkau lihat saudara – saudara ku, sebelum kita dapat menjadi saksi yang efektif untuk Raja, kita harus mempunyai tabiat seperti Raja itu. Amin? {Amin.} Hanya ketika orang melihat kasih Kristus terpantul dalam hidup kita, maka mereka akan tertarik kepada Kristus melalui cermin kita. Apakah itu masuk akal bagi mu? Apakah engkau mengerti apa yang saya coba jelaskan?

Kita tidak menarik orang kepada diri kita sendiri, kita menarik mereka kepada Yesus; tetapi kita melakukan itu, ketika kita memantulkan kasih Yesus kepada mereka. Dan jika kita tidak memantulkan tabiat, kemuliaan Yesus kepada orang lain, mereka tidak akan ditarik. Mereka tidak akan ditarik. Engkau lihat…apa yang kita butuhkan sebagai umat manusia, apa yang dibutuhkan gereja ini… bukan penginjil yang fasih dan hebat, yang sama pentingnya dengan mereka. Yang benar-benar kita butuhkan – jika kita ingin menyelesaikan pekerjaan ini – adalah menjadi orang yang penuh kasih dan menyenangkan. {Amin} Kita semua! Setiap orang harus menjadi pemenang jiwa, dan setiap orang dari kita, harus mencerminkan kemuliaan, tabiat Yesus Kristus. Saat kita melakukan itu kepada mereka yang bergaul dengan kita, mereka akan duduk tegak dan memperhatikan! …dan mereka akan berkata, “Hei, ada apa dengan kalian? Apa yang membuatmu begitu berbeda? Kenapa engkau begitu bahagia? Kenapa engkau bisa begitu rukun dalam pernikahanmu? Ooo!! Bagaimana bisa engkau bergaul begitu baik di gereja mu? Kenapa kalian semua bisa bersatu dan saling mengasihi? Bagaimana engkau bisa rukun dengan anak – anak mu? Dan anak – anak, bagaimana engkau bisa rukun dengan orang tua mu? Apa itu? Tolong beritahu kami! Engkau mempunyai sesuatu yang istimewa.” Engkau lihat, saudara -saudaraku, Cinta – cinta yang tulus dan menyatukan – adalah komoditas yang cukup langka di planet bumi saat ini. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin.} Dan ketika orang melihatnya, mereka duduk tegak dan memperhatikan! Sungguh luar biasa melihat kasih yang sejati, tanpa pamrih, sedang terjadi; dan itu adalah hal yang indah… … itu hal yang indah… Itu membawa kesehatan dan kebahagiaan dan kedamaian dan kegembiraan bagi mereka yang memilikinya, dan mengetahui semua hal tersebut dalam hubungan mereka; saudara – saudara ku yang terkasih, itu adalah khotbah yang sangat berkuasa yang dapat di khotbahkan oleh siapapun. Itu tidak diberitakan dengan mulut, itu diberitakan dengan kehidupan. {Amin.} Itulah artinya menjadi surat yang hidup. Ketika kita menjadi orang yang mengasihi dan menyenangkan, saudara – saudara ku yang terkasih, kita akan menjadi pemenang jiwa yang berkuasa dan efektif. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin.} Rahasia nya ada di sana untuk memenangkan jiwa secara efektif. Dengan menjadi orang yang penuh kasih dan menyenangkan. Orang yang penuh kasih dan menyenangkan. Sekarang …

Mari kita pelajari hal ini sedikit lebih jauh. Saya suka konsep ini. Yesus adalah matahari kebenaran. Dia adalah sinar cahaya terang dari kemuliaan Bapa-Nya. Dia adalah sumber dari terang ini. Akah menjadi apakah gereja ini? Apakah lambang gereja dalam Alkitab? Seorang perempuan. Kita buka Wahyu, pasal 12. Wahyu, pasal 12, kenali tipe ini dengan sangat jelas: “Sekarang suatu tanda besar muncul …” ayat satu. “Sekarang suatu tanda besar muncul di langit: Seorang perempuan berselubungkan dengan…” apa? “…matahari.” Perempuan ini adalah simbol Gereja. apa yang membuatnya cantik?Apa yang dia kenakan ? apa yang dia refleksi kan? Terang Matahari Kebenaran,Yesus Kristus Tabiat Kristus. Itulah yang membuatnya cantik. Tapi perhatikan hal lain yang sering kita abaikan. Perempuan ini berdiri di atas apa? Lihat! Baris berikutnya: “Dengan bulan di bawah… kakinya” Apa di bawah kakinya? Bulan. Saudara- saudaraku yang terkasih, Saya yakin bahwa ini juga jenis gereja; dan memang, jenis yang sangat tepat.

Mari kita pikirkan itu. Bagaimana bulan bersinar? {dengan memantulkan matahari} Apa satu-satunya cara agar bulan dapat bersinar? Dengan memantulkan cahaya matahari. Apakah bulan mempunyai cahaya sendiri? Apakah ia menghasilkan cahaya nya sendiri? Tidak. Satu-satunya cara agar bulan bisa bersinar adalah dengan apa? …memantulkan. Kapan bulan bersinar? Kapan? Pada malam hari. Pada malam hari. “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa.” {Yesaya 60 : 2} Saudara – saudara ku yang terkasih, apakah engkau melihat simbol yang tepat untuk gereja, adalah bulan? Kamu tahu… …Dengan segenap hatiku… …tolong, dengarkan aku. Saya merindukan dengan segenap hatiku agar gereja ini menjadi bulan purnama untuk Yesus Kristus. Bulan purnama untuk Yesus Kristus. Saudara – saudaraku…jangan puas menjadi hanya bulan sabit Jadilah bulan purnama. Izinkan kasih Kristus menarik engkau selaras dengan kehendak Nya, dan tetap arahkan pandanganmu pada Nya; dan dalam melihat engkau akan menjadi apa? … berubah, dari apa? “… kemuliaan kepada kemuliaan,” dari satu tahap pengembangan tabiat ke tahap yang lain. Dari bulan sabit ke bulan seperempat, sampai setengah bulan, bulan tiga perempat, sampai akhirnya engkau menjadi apa? … bulan purnama bagi Yesus. Engkau bersinar secerah yang engkau bisa. Bersinar secerah yang engkau bisa dengan memantulkan tabiat Yesus Kristus. Bisakah itu menjadi pengalaman kita? Ya kita bisa. Harus kah itu menjadi pengalaman kita jika kita ingin pulang ke rumah bersama Yesus? Ya, itu harus saudara – saudaraku yang terkasih. Itu harus! Jika kita ingin menjadi saksi yang efektif untuk Raja atau warga negara yang layak di Kerajaan, kita harus belajar untuk memantulkan tabiat Kristus sepenuhnya oleh karena kerusakan kita akibat dosa. Bahkan bulan purnama, dibandingkan dengan matahari, sebagai apa? …pantulan yang samar.

Lihat, Testimonies, Volume 2, halaman 617 dan 618: “Dia memiliki pengaruh yang kuat, karena dia adalah putra Allah. Kita begitu jauh di bawah Dia dan sangat jauh, sehingga segala usaha terbaik yang kita lakukan hasilnya buruk. Kita tidak dapat memperoleh dan memiliki pengaruh yang Dia miliki; tetapi mengapa kita tidak mendidik diri kita sendiri agar semakin dekat dengan Pola yang mungkin kita bisa lakukan agar kita dapat memiliki pengaruh besar terhadap orang? ” Oh saudaraku… Allah tidak mengharapkan kita untuk bersinar terang seperti Matahari, tetapi Dia mengharapkan kita untuk bersinar seterang yang kita bisa. Apakah harapan nya itu terlalu banyak? Tidak. Apakah itu tidak masuk akal? Tidak. Dia tidak mengharapkan kita untuk menjadi matahari, tetapi dia mengharapkan kita untuk menjadi bulan purnama! Amin? {Amin.} Bulan purnama. Sadarilah bahwa bulan purnama pun hanyalah pantulan samar matahari. Ini satu lagi yang bisa di terapkan. This Day with God, the morning watch book, hal 98: “Kita jangan berpikir oleh karena kita hanyalah terang kecil sehingga kita tidak perlu bersinar. Nilai besar dari terang kita terletak pada konsistensinya dalam menerangi kegelapan moral dunia, menjadi terang bukan untuk menyenangkan dan dan memuliakan diri kita, tetapi untuk menghormati Allah dengan segenap hidup kita. Jika kita melayani Tuhan, dan pekerjaan kita sesuai dengan kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita, hanya itu yang Dia harapkan dari kita …” Dia tidak mengharapkan kita menjadi matahari tetapi Dia mengharapkan kita menjadi bulan purnama. Apakah kita sepakat dalam hal ini? Ya. Saya menyukai hal ini juga. Review and Herald, July 18, 1893: “Kita harus membiarkan sinar Matahari Kebenaran bersinar di hati kita, agar kita dapat ” apa? ” … memantulkan terang itu kepada orang lain. Kita bisa setiap hari diberkati, dan menjadi berkat bagi orang lain, mempromosikan kasih, sukacita dan kedamaian ke mana pun kita pergi.”

Dan saudara- saudaraku, ketika kita menjadi orang seperti itu, ketika kita mempromosikan kasih, sukacita dan kedamaian ke mana pun kita pergi Percayalah! Orang yang tidak mengenal Tuhan akan melihat terang kita. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin.} Mereka akan tertarik, dan hal itulah yang akan membuat kita menjadi pemenang jiwa yang efektif. Saksi yang cakap untuk Raja. Itulah yang akan membuat kita menjadi saksi yang cakap untuk Raja. Dengarkan. Membina Kehidupan Abadi, halaman 340: “Tabiat adalah kuasa.” Apakah engkau ingin kuasa? Dalam memenangkan jiwa, apakah engkau ingin kuasa? Ini rahasianya. Tabiat adalah kuasa. Bacalah ini: “Saksi yang bisu dari kehidupan yang benar, tidak mementingkan diri serta saleh membawa suatu pengaruh yang hampir tidak dapat ditahan. Ooo! Saya menginginkan itu. Apakah engkau mau juga? hampir apa? …suatu pengaruh yang hampir tidak dapat ditahan. Itu tidak bisa di tahan, karena akan melanggar kebebasan berkehendak. Tapi, puji Tuhan, itu hampir tak tertahankan. Apakah engkau menginginkan pengaruh itu pada orang lain? Saya mau. “Saksi bisu dari kehidupan yang benar, tidak mementingkan diri serta saleh membawa suatu pengaruh yang hampir tidak dapat ditahan. Oleh menyatakan dalam kehidupan kita sendiri, tabiat Kristus. kita bekerja sama dengan Dia dalam pekerjaan menyelamatkan jiwa. Hanya oleh menyatakan tabiat-Nya dalam kehidupan kita barulah kita dapat bekerja sama dengan Dia.” Apakah engkau mendengarkan itu saudara- saudara ku? Apakah menyatakan tabiat Kristus adalah pilihan jika kita ingin bekerja sama dengan Kristus dalam pekerjaan menyelamatkan jiwa? Apakah itu pilihan? Tidak. Ini sangat penting. Sesungguhnya, itu adalah satu-satunya cara kita bekerjasama dengan Dia dalam pekerjaan menyelamatkan jiwa. Tidak heran pekerjaan yang paling penting adalah, apa? …pembangunan tabiat. Karena jika engkau tidak menyatakan tabiat Kristus, engkau tidak bisa menyelamatkan jiwa. Apakah kita masih bersama? Engkau tidak bisa. “Hanya oleh menyatakan dalam kehidupan kita tabiat-Nya, barulah kita dapat bekerja sama dengan Dia; dan semakin luas ruang lingkup pengaruh kita, semakin baik kita melakukannya. Bila orang yang mengaku menyembah Allah mengikuti teladan Kristus mempraktikkan…” melakukan apa? …mempraktikkan prinsip-prinsip hukum dalam kehidupannya setiap hari; bila setiap tindakan membawa kesaksian bahwa mereka sangat mengasihi Allah dan sesama manusia seperti mereka mengasihi dirinya sendiri, barulah gereja itu mempunyai kuasa untuk menggerakkan dunia ini.”

Saudara-saudaraku, apakah kita akan menggerakkan dunia pada waktu terakhir dalam penutupan sejarah dunia ini? Itulah yang harus kita lakukan. Membawa Injil yang kekal untuk diberitakan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum. Keseluruh dunia. Kita memiliki tugas yang luar biasa yang telah diberikan kepada kita. Saudara – saudaraku yang terkasih, semuanya di pertaruhkan. Ini sangat penting sebagai puncak, dari akhir pertentangan yang besar. Pekabaran Tiga Malaikat harus diberitakan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum. Kita telah dibangkitkan sebagai umat untuk melakukan itu, saudara-saudaraku yang terkasih; dan Pekabaran Tiga Malaikat, bagaimanakah itu di mulai? Bagaimana awalnya? “Takutlah akan Allah dan …”apa? “…muliakanlah Dia.”{Wahyu 14:7} Berikan apa? {kemuliaan} “…muliakan Dia.” Mungkinkah, berhasil untuk menasihati orang untuk memualiakan Tuhan jika engkau sendiri tidak melakukannya? …dan, apa artinya memuliakan Dia? Apa artinya itu? Itu berarti menyatakan tabiat Nya dalam hidupmu.

Oh, saudara-saudaraku, Allah menolong kita umat Nya memahami bagaimana untuk berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan. Bisakah saya mendengar “amin”? Allah menolong kita umat Nya untuk belajar bangkit dan menjadi terang, dan sepenuhnya menjadi bulan purnama untuk Yesus Kristus. Allah menolong kita untuk belajar bagaimana bekerjasama dengan kuasa transformasi Roh kudus, agar kita dapat diubah. Kita tidak bisa mengubah diri kita sendiri. Saya ingin semua orang tahu. Kita tidak bisa mengubah diri kita sendiri. Kita harus diubahkan. Tetapi kita harus belajar bagaimana bekerja sama. Kita harus belajar bagaimana bekerja sama; dan itu adalah inti dari pembahasan seminar ini.

Kita akan belajar, dengan kasih karunia Allah, melalui pembelajaran dengan tekun tentang Firman-Nya bagaimana kita dapat dan harus bekerja sama dengan kuasa transformasi Roh Kudus. Saya meminta engkau dengan sepenuh hatiku, untuk memutuskan sekarang juga agar datang secara teratur. Engkau memiliki jadwalnya di sana. Bagi engkau yang memiliki binder, itu dicetak kecil pada brosur lipat tiga ini. Ini adalah jadwal yang intensif. Saya tahu itu. Ini akan membutuhkan investasi waktu yang sangat penting Tetapi saudara – saudaraku, dengan kuasa Roh Kudus, ini akan menjadi pengalaman yang mengubah hidup kita semua; dan itu akan sangat bernilai dengan waktu dan energi yang engkau investasikan. Sebenarnya, secara potensial, itu akan bernilai selamanya waktu dan energi yang engkau investasikan. Maukah engkau membuat pilihan untuk datang? Kita sedang mempelajari pekerjaan yang paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia dan kita sedang mempelajari apa yang dikatakan Tuhan tentang itu. Oleh karena itu saya meminta engkau untuk datang. Saya tidak meminta engaku datang dan hanya sekedar mendengarkan Steve Wallace. Saya meminta engkau datang dan belajar bersama dengan saya mengenai apa yang Tuhan katakan. Maukah engkau membuat komitmen untuk melakukan itu? {Ya.} Saya perlu sedikit tanggapan, sedikit masukan. Maukah engkau membuat komitmen untuk melakukan itu? {Ya.} Oh, puji Tuhan. Saya mengundang engkau untuk berdiri bersama saya dan berdoa.

Bapa di surga, saya sangat berterima kasih karena kami dapat diubah dari kemuliaan kepada kemuliaan. Dari tabiat ke tabiat, kami dapat diubah menjadi serupa dengan tabiat Yesus Kristus. Itu tidak akan terjadi, kecuali dengan kuasa Roh Kudus. Kami tidak dapat mengubah diri kami sendiri, tetapi tolong kami untuk menyadari bahwa Roh Kudus tidak dapat mengubahkan kami kecuali kami bekerjasama. …dan, Bapa, kami baru memulai rangkaian kebangunan rohani, dari seminar yang intensif dan panjang untuk mempelajari apa yang Firman Mu katakan tentang peran kerjasama kami. Saya berdoa agar Engkau mencurahkan Roh kudus Mu atas kami dalam cara yang istimewa. Saya ingin ini menjadi lebih dari sekadar latihan kecerdasan bagi kami yang datang pertemuan demi pertemuan, pelajaran demi pelajaran. Mohon persiapkan hati kami. Berikan kami hati untuk mengenal Mu. Dengan kuasa Roh kudus tolong kami untuk memahami dengan kecerdasan kebenaran itu Tetapi lebih dari itu bantu kami untuk menerimanya dengan kasih sayang dan yang terpenting, tolong kami untuk memilih tunduk pada kebenaran itu dengan kemauan kami. Bantu kami datang tidak hanya untuk memahami kebenaran tetapi untuk berdiri di bawahnya. …dan untuk membiarkan kebenaran membentuk, membentuk kami dari dalam ke luar, menjadi serupa dengan tabiat Nya, yang adalah Kebenaran. Oh, saya mohon, Bapa, kebangkitan dan reformasi, adalah kebutuhan terbesar kami. Waktu begitu singkat, masih banyak yang harus dilakukan. Kami harus membawa Injil kepada semua bangsa,dan suku dan bahasa dan kaum. Sebuah pesan khusus untuk gereja ini beritakan. … Dan kami sudah kehabisan waktu tidak hanya untuk membantu dunia bersiap-siap, tetapi untuk mempersiapkan diri kami sendiri. Kami tidak punya waktu untuk di sia-siakan. Tolong yakinkan kami dan bantu kami agar termotivasi untuk mengerahkan segala upaya yang rajin untuk belajar bagaimana bekerjasama dengan Roh Kudus; agar kami bisa menjadi bulan purnama bagi Yesus Kritus, Matahari Kebenaran. Terima kasih ya Tuhan karena Engkau mendengarkan doa ini dan Engkau mengabulkan permohonan ini, karena kami mohon dalam nama Yesus. Amin.