Select Page

Anda dapat mengunduh Pelajaran disini.

Pengembangan tabiat dikatakan sebagai pekerjaan yang paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia. Selama satu jam kedepan kita akan mendalami hak istimewa kita dan tanggung jawab kita supaya menjadi serupa dengan tabiat Kristus. Bergabunglah bersama kami dalam waktu yang berharga ini untuk pembaharuan diri sebagaimana Pendeta Stephen Wallace akan membawa kita “Dari Kemuliaan kepada Kemuliaan.”

Selamat datang kembali, saudara-saudaraku. Saya menghargai pilihan Anda untuk datang dan melanjutkan pembelajaran dengan tekun tentang pekerjaan yang paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia. Dan apakah itu? Pembangunan tabiat… pembangunan tabiat. Kita telah membahas bersama-sama tujuan Tuhan yang luar biasa dalam menciptakan kita. Dan apakah itu? Yesaya 43:7. Apa yang Dia katakan tentang umat manusia? “Yang telah Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku. Aku telah membentuknya. Ya, Aku telah menciptakannya.” Apakah kita adalah produk dari waktu dan kesempatan? Oh tidak, tidak, tidak. Kita adalah hasil karya pribadi dari Tuhan Pencipta, dan itu untuk menyatakan seperti apa diriNya sendiri; di hadapan alam semesta ini. di hadapan alam semesta ini. Untuk tujuan ini, Dia membuat kita bagaimana? Menurut gambar-Nya, menurut rupa-Nya; {Kej 1:26} dan seberapa miripkah keserupaan itu? Dapat dipahami, itu mencakup setiap dimensi keberadaan kita: spiritual, mental, fisik, dan bahkan, apa? …sosial. Kita memiliki keserupaan dengan Tuhan di setiap dimensi keberadaan kita, sehingga dalam setiap dimensi keberadaan kita, kita dapat mengatakan hal-hal yang benar dan indah tentang betapa indahnya Pencipta yang kita miliki. Dan untuk memenuhi takdir itu, Tuhan tidak hanya memberi kita berkat penuh akan kemampuan seperti Tuhan, tetapi Dia melanjutkan untuk menulis pada setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera, Apa? Hukum-Nya. Sehingga kita secara alami cenderung untuk melatih, dan mendewasakan, dan mengembangkan, semua kemampuan itu selaras sempurna dengan hukum-Nya; yang merupakan catatan tabiat Tuhan, {COL 305.3} yaitu …kemuliaan-Nya.

Seandainya kita tetap setia, kita akan memiliki potensi tak terbatas untuk melambung tinggi melewati masa kekekalan yang tiada henti dari kemuliaan kepada kemuliaan. Itulah yang diinginkan Tuhan. Tapi… ada gangguan tragis dalam rencana Tuhan, bukan? … dan itulah kabar buruk yang harus kita perhatikan sekarang. Judul pelajaran kita, apa itu? “Semua Telah Kehilangan Kemuliaan.”{Roma 3:23} Hal-hal rohani itu, apa? …dilihat secara rohani; {1 Kor 2:14} dan gangguan tragis yang disebut dosa ini, adalah masalah kerohanian yang pertama, dan yang terutama. Saudara-saudaraku terkasih, kita perlu memiliki penglihatan rohani untuk memahami masalahnya; dan kita harus memahami masalahnya, sebelum kita dapat menghargai solusinya. Anda mengerti sejauh ini? Semoga Tuhan membantu kita memahami masalahnya agar kita dapat lebih menghargai dan sungguh2 menerima, dan berhikmat untuk bekerja sama dengan solusinya. Saya akan mengundang Anda, untuk beberapa saat berlutut bersama-sama, dan secara pribadi mengundang Roh Tuhan ke dalam hati Anda; dan tolong jangan lupa doakan saya, saat Anda berdoa untuk dirimu sendiri.

Bapa di Surga, terima kasih banyak atas kesempatan untuk berkumpul sekali lagi, untuk tujuan mempelajari Firman-Mu. Tetapi Bapa, kami masing-masing mengakui, bahwa kami tidak memiliki apa yang diperlukan untuk memahami Firman dengan benar, untuk menghargainya dengan benar, dan menanggapi dengan benar. Kami perlu pertolongan. Karena hal-hal rohani hanya dapat dilihat secara rohani. Kami sangat bersyukur karena pertolongan itu tersedia secara pribadi, dan dengan kuasa Roh-Mu. Kami mohon agar Roh itu dicurahkan ke atas kami. Tolong, saya sangat membutuhkan Roh itu sekarang. Saya berdoa semoga Engkau membimbing dan mengarahkan pikiran saya, dan memampukan saya untuk berbicara kebenaran dan hanya kebenaran, kebenaran sebagaimana adanya di dalam Yesus. Kuasailah lidah saya. Jangan biarkan saya mengatakan sesuatu yang akan salah menggambarkan kebenaran … … dan oh, betapa saya berharap saya memiliki … bahasa yang lebih baik daripada bahasa manusia untuk mengungkapkan kebenaran … Bahwa saya memiliki pikiran yang lebih baik daripada pemikiran manusia fana untuk memahami kebenaran. Tapi Bapa, terlepas dari ketidakmampuan pikiran dan bahasa manusia, tolong, berilah keajaiban, dan biarkan saya meninggikan Yesus. Dia adalah Kebenaran. Dan saya menuntut janji-Nya: “Aku,apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Bapa, bagian dari meninggikan Yesus, adalah menyadari betapa kami sangat membutuhkan-Nya; dan itulah yang perlu kami lakukan sekarang. Kami perlu lebih memahami masalah dosa kami, sehingga kami akan lebih menghargai solusi dosa kami. Yesus adalah solusi dosa kami. Tetapi bantulah kami untuk menyadari betapa kami sangat membutuhkan-Nya karena kejatuhan itu. Bimbing dan arahkan kami dalam pembelajaran ini. Tolong, kabulkan lah doa ini, karena saya memintanya dalam nama Yesus. Amin.

Kita berada di halaman 11. Ngomong-ngomong, kalau Anda datang Minggu malam, kami akan membagikan yang baru yaitu referensi cetakan untuk Anda; dan saya harap Anda mengisi kolom di sini dengan catatan. Karena itulah kami memberikan sampul tebal, agar dapat menumpu saat Anda menulis. Saya ingin sekali lagi membaca pernyataan yang luar biasa itu mengenai takdir yang telah ditetapkan Tuhan bagi umat manusia, dan kemudian saya ingin melanjutkan ke paragraf berikutnya. Membina Pendidikan Sejati hal 15: “Ketika Adam lahir dari tangan Pencipta, ia membawa dalam tubuh, pikiran, dan rohaninya sifat yang serupa dengan Khaliknya. Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya’ {Kej 1:27}, dan itu adalah tujuan-Nya agar semakin lama manusia hidup semakin penuh dia harus menyatakan gambar ini- semakin penuh memantulkan kemuliaan Pencipta. Segenap kemampuannya dapat berkembang. Kemampuan dan kekuatan mereka terus meningkat…” “Sekiranya dia tetap setia kepada Tuhan…”“Sekiranya dia tetap setia kepada Tuhan… ia akan semakin penuh menggenapi tujuan penciptaan-Nya, lebih dan lebih sepenuhnya mencerminkan kemuliaan Sang Pencipta.” Anda tahu, untuk mencerminkan kemuliaan Sang Pencipta adalah tujuan dari ciptaan-Nya. “Yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku.” {Yesaya 43:7} Itulah yang Tuhan kehendaki bagi umat manusia. Tapi sekarang dengarkan paragraf berikutnya. Langsung dilanjutkan, dan inilah interupsi yang tragis. Inilah kabar buruknya. Tapi, tapi… “Tetapi oleh karena pelanggaran, tujuan ini telah hilang. Melalui dosa keserupaan dengan Ilahi itu telah rusak dan nyaris terhapus. Kekuatan tubuh manusia menjadi lemah, kemampuan pikirannya berkurang, penglihatan rohaninya pudar. Dia telah menjadi sasaran kematian.” Sebab upah dosa ialah maut. {Roma 6;23}

Tapi tolong perhatikan, apa yang dilakukan dosa? Itu tidak hanya menyebabkan kematian untuk manusia, itu menyebabkan manusia kehilangan takdirnya yang luar biasa, yang telah ditetapkan Tuhan, untuk menyatakan kemuliaan bagi Pencipta-Nya … untuk menyatakan kemuliaan Pencipta-Nya. Pertanyaan: Mengapa demikian? Ada apa dengan dosa yang begitu melumpuhkan manusia untuk memenuhi takdirnya … untuk menyatakan kemuliaan Tuhan? Nah, apakah dosa itu? Definisi klasik, 1 Yohanes 3:4: “Dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” Tapi apa itu hukum Allah? Naskah tertulis mengenai tabiat … Tuhan, yang adalah apa? …Kemuliaan-Nya. Apakah Anda sekarang melihat bagaimana Paulus menyatukan penyebab dosa dan akibat yang tak terhindarkan, begitu ringkasnya dalam ayat itu terdapat di Roma 3:23? “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Apakah Anda melihat keterkaitan di sana? Apakah Anda melihat hubungan sebab-akibat di sana? Apakah dosa itu? Pelanggaran hukum. Apa hukum itu? Naskah tertulis tabiat Tuhan. {COL 305.3} Apa tabiat Tuhan? Kemuliaan-Nya. karena itu jika Anda berdosa, Anda pasti akan, apa? …kehilangan kemuliaan. {Roma 3:23} Anda akan gagal mewujudkan takdir yang telah ditetapkan Tuhan; dan bahwa saudara-saudaraku, itulah yang terjadi ketika manusia berdosa, … ketika Adam berdosa.

Sekarang, yang ingin saya lakukan dengan Anda dalam pelajaran berikut ini, adalah meninjau secara tepat apa yang terjadi pada umat manusia ketika Adam berdosa. Sekarang … Saya ingin Anda menyadari, untuk memulai, bahwa apa yang terjadi pada Adam, terjadi pada kita. Tolong, ketahuilah itu. Anda tahu, sulit bagi kita untuk memahami sebagaimana mestinya, karena kita … kita memiliki budaya barat yang sangat individualistis filosofi kehidupan. Masing-masing dari kita adalah ibarat pulau, dan kita menganggap diri kita tidak terlalu terpengaruh oleh orang lain; terutama oleh mereka yang hidup dahulu kala. Tapi saudara-saudara terkasih, ketahuilah, bahwa itu bukanlah konsep alkitabiah tentang manusia. Alkitab melihat kita sebagai kelompok, bukan sebagai individu; dan untuk membantu kita memahami sifat kebersamaan umat manusia, ketahuilah bahwa nama yang diberikan Alkitab kepada manusia pertama, … adalah siapa? … Adam. Tapi apa arti Adam dalam bahasa Ibrani? Manusia. Apakah Anda tahu itu? Nama sebenarnya Adam dalam bahasa Ibrani, berarti “manusia;” dan setiap kali Anda menemukan kata Ibrani “Adam”, itu diterjemahkan menjadi “manusia” karena dipahami bahwa kata itu mengacu pada semua manusia. Tapi terkadang dalam Kejadian, diterjemahkan “Adam” karena mereka mencoba untuk membedakan, bahwa dalam hal ini, mengacu pada nama manusia pertama, yang disebut Adam. Tetapi saudara-saudaraku, tolong mengerti, bahwa apa yang terjadi pada Adam, terjadi pada kita. Kita semua ada di dalam dirinya. Kita adalah keturunannya, menggunakan istilah Alkitab. Kita diciptakan dan dibentuk, baik secara hukum maupun genetik dalam dirinya. Apakah Anda mengerti? Kita diciptakan dan dibentuk, baik secara hukum maupun genetik dalam dirinya. Mengapa? Karena dia adalah wali dari seluruh umat manusia, dan dia adalah bapa dari seluruh umat manusia. Apakah Anda setuju dengan saya?

Sebagai wali resmi dari seluruh umat manusia, dia berada dalam posisi menentukan status hukum semua umat manusia; dan dia melakukannya Sebagai bapa umat manusia, dia berada dalam posisi untuk menentukan kode genetik untuk seluruh umat manusia. Lagipula, dia diberi kemampuan untuk beranakcucu, bagaimana? Dalam gambarnya sendiri, dan omong-omong, itu adalah bagian dari keserupaannya dengan Tuhan. Tuhan dapat menciptakan menurut gambar-Nya. Oleh karena itu, jika kita serupa dengan Tuhan, setidaknya kita harus dapat beranakcucu menurut gambaran kita. Apakah Anda tahu itu? …Dan omong-omong, inilah yang membedakan kita dari bala tentara malaikat yang menyandang gambar Allah – tetapi tidak dalam kapasitas ini; mereka tidak dapat beranakcucu seperti kita. Ini adalah bagian dari keberadaan kita, tatanan keberadaan yang baru dan berbeda. {1BC 1081.3} Namun harap dipahami bahwa kemampuan luar biasa yang diberikan Tuhan untuk beranakcucu menurut gambarnya sendiri, menempatkan tanggung jawab yang sangat serius dan berat di pundak Adam. Karena dia, menurut hukum keturunan, akan menentukan warisan dari semua keturunannya, termasuk semua orang yang duduk di sini siang ini, 6000 lebih tahun kemudian. Dan menurutmu siapa yang tahu tentang itu? Setan. Itu sebabnya dia begitu bersemangat untuk mengacaukan Adam. Karena dia tahu bahwa jika dia bisa membuat Adam memberontak di dalam hatinya, dia juga bisa membuat semua keturunannya memberontak secara alami di dalam hati mereka. Taruhannya tinggi… taruhannya tinggi.

Kitab Suci meyatakan kebenaran ini secara luar biasa dalam Roma 5:19. Ijinkan saya membuka dengan cepat bersama Anda, itu ada di halaman 12, kedua di bawah. Dikatakan, “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa.” Siapakah orang yang dibicarakan Paulus? Itu adalah Adam dari Eden. Siapakah orang-orang yang menjadi orang berdosa karena ketidaktaatan Adam? Siapakah orang-orang itu? Setiap orang di antara kita yang merupakan keturunan alami, melalui kelahiran alami. Anda mengerti sejauh ini? Itu semua keturunannya. Oleh ketidaktaatan satu orang, semua orang telah menjadi orang berdosa. Mohon perhatikan bahwa Paulus tidak mengatakan oleh ketidaktaatan setiap orang kita dijadikan orang berdosa, Benarkah? Oleh ketidaktaatan satu orang, semua orang telah menjadi orang berdosa, saudaraku. Itu alkitabiah. Saya tidak mengada-ada, saya hanya mengutip Paulus; dan omong-omong, apa yang secara alamiah manusia pikirkan dalam hal ini? Itu tidak adil. Saya keberatan. Ini tidak adil, bahwa saya menjadi orang berdosa karena perbuatan orang lain, 6.000 tahun yang lalu Saya tidak setuju itu … Oh, tunggu sebentar … hati-hati, hati-hati. Apa isi teks selanjutnya Ini tidak tertulis, tapi ada di dalam Alkitab. Ini tidak tertulis di cetakanmu, tapi ada di dalam Alkitab: “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang, banyak yang menjadi orang berdosa. demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” Itu tidak adil… Saya tidak ingin mengeluh tentang kalimat pertama itu. Bagaimana dengan Anda? Tidak, saya tidak ingin mengeluh tentang kalimat pertama itu. Tapi saudara-saudara terkasih, tolong pahami jika Anda konsisten, jika Anda mengeluh tentang fakta bahwa oleh ketidaktaatan satu orang, semua orang telah menjadi orang berdosa; Anda juga harus mengeluh tentang fakta kedua bahwa oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Apakah Anda melihat alasannya di sana? Ini sangat jelas. Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tetapi saya tidak ingin mengeluh tentang bagian kalimat kedua.

Anda tahu, saya tidak memiliki ketaatan yang cukup untuk membuat saya benar, di hadapan Tuhan. Saya membutuhkan orang lain untuk membuat saya benar. Apakah ada di antara kalian yang setuju? {Amin} Maka puji Tuhan, ada Seseorang yang memiliki kebenaran yang akan membuat saya benar, dalam pandangan Allah ; itu adalah Yesus Kristus … Tuhan Kebenaran saya. {Amin} Adam kedua. Tetapi saudara-saudaraku terkasih, sama seperti karena ketidaktaatan Adam yang pertama kita dijadikan orang berdosa, demikian juga karena ketaatan Adam yang kedua, kita dijadikan benar. Anda tahu sebenarnya hanya ada dua orang dalam umat manusia. Hanya ada dua. Adam dari Eden, dan Adam dari Getsemani, lebih dikenal sebagai Yesus Kristus. Apakah Anda setuju dengan saya? Adam yang pertama dan terakhir. Hanya ada dua orang, dan masing-masing dari kita, dibentuk dan diciptakan didalam Adam yang pertama atau yang kedua. Kita semua dengan kelahiran alami termasuk dalam keturunan siapa? Adam dari Eden, dan karenanya kita telah dijadikan orang berdosa. Kita berada di bawah kutukan dan hukuman mati, karena sesuatu yang dia lakukan 6.000 tahun yang lalu. Apakah Anda bersedia menerimanya? Sekarang Anda tidak punya pilihan dalam hal itu kan? Apakah Anda memilih untuk dilahirkan dalam keturunan yang egois, pemberontak, dikutuk, dan dijatuhi hukuman mati? Apakah Anda memilih itu? Tidak, Anda tidak. Anda tidak punya pilihan di sana. Tapi puji Tuhan, Anda bisa memilih untuk dilahirkan kembali. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin}

Mengapa? Karena ada Adam kedua, yang telah datang dengan harga tak terbatas, untuk memulai, dan menjadi, Pemimpin dari manusia yang baru; dan dengan iman kepada-Nya, Anda dapat dilahirkan kembali. Amin? {Amin} .. dan kemudian, Anda menerima jasa-jasa dari ketaatan-Nya, dan Anda menerima warisan rohani dari-Nya. Karena ketidaktaatan Adam yang pertama, kita menerima penghukuman, hati yang egois dan memberontak.. Karena ketaatan Adam yang kedua, kita menerima pembenaran dan hati yang dimotivasi oleh kasih agar bisa hidup selaras dengan Pencipta dan Penebus kita sekali lagi. Tidak ada pilihan terkait kelahiran alami Anda. Tetapi Anda masing-masing dapat memilih untuk dilahirkan kembali. Sekarang, dengan pemikiran itu, Anda harus mengerti bahwa apa yang terjadi pada Adam 6.000 tahun yang lalu di Taman Eden terjadi pada, siapa? Itu terjadi pada kita. Apa yang terjadi pada Adam 6.000 tahun yang lalu? Bagian bawah halaman 11. Kebahagiaan Sejati, halaman 17. Dengarkan baik-baik. Kebahagiaan Sejati, halaman 17: “Pada mulanya manusia dikaruniai kuasa berpikir yang mulia dan seimbang. Manusia itu sempurna tubuhnya, selaras dengan kehendak Allah. Pikiran- pikirannya bersih, maksud-maksudnya pun suci. Tetapi…” Oh ada kalimat pendek yang menyedihkan. “Tetapi karena ketidaktaatan,” apa yang terjadi? Dengarkan baik-baik: “kuasa-Nya diselewengkan dan…,” apa lagi? “…lalu keegoisan mengambil alih tempat kasih itu.” Ada suatu prinsip teologis yang sangat penting di sana, saudara-saudaraku terkasih. Tolong, mari kita pikirkan ini. Apa yang terjadi ketika Adam berdosa? Ingatlah ketika Adam berdosa, manusia berdosa. Adam adalah manusia. Kita semua jatuh bersama dia, kita semua. Apa yang terjadi pada masing-masing kita, ketika Adam berdosa? Sifat egois mengambil-alih tempat kasih itu. dan semua kuasanya, apa? …berubah.

Sekarang, mari kita pikirkan ini… pahami ini. Tolong pahami ini. Ketika kita mengatakan bahwa keegoisan mengambil-alih tempat kasih, apa yang kita katakan? Baiklah pertama-tama mari kita tanyakan pada diri kita sendiri, di manakah tempat kasih dalam sifat manusia sebelum kejatuhan? Kita harus tahu itu, sebelum kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan keegoisan mengambil-alih tempat kasih itu. di manakah tempat kasih dalam sifat manusia sebelum kejatuhan? itu adalah prinsip yang mengatur, roh, hukum yang tertulis tidak hanya di dalam hati manusia, tapi pada setiap, apa? ..setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera manusia. Itu adalah hukum, roh, prinsip yang mengatur seluruh sifat alamiahnya. Itulah tempat kasih itu. Apakah Anda setuju dengan saya?

Ketika manusia berdosa, apa yang terjadi? Ayolah, apa yang terjadi? Sifat egois mengambil-alih tempat kasih itu. Hukum siapa, roh siapa, yang prinsip siapa yang mentingkan diri sendiri? Hukum Setan, Roh Setan, prinsip yang mengatur kerajaan Setan. Ketika manusia berdosa, ketika Adam berdosa, sifat egois mengambil-alih tempat kasih itu. Sifat egois menjadi hukum yang mengatur sifat manusia. Sifat egois menjadi hukum yang tertulis pada loh hati manusia itu. Sifat egois menjadi hukum yang tertulis pada setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera keberadaan kita. Dan omong-omong, saat kita mengatakan keegoisan mengambil-alih tempat kasih, apakah kita berbicara tentang satu contoh dari banyak dosa? Apakah keegoisan hanyalah salah satu dari banyak dosa? Jangan lewatkan ini … tolong, jangan lewatkan ini. Dengarkan. Testimonies, Volume 4, halaman 384: “Di bawah keegoisan terdapat setiap dosa lainnya.” Apakah rasa mementingkan diri sendiri hanyalah salah satu dari banyak dosa? Tidak, itu adalah prinsip yang meliputi semua dosa. Apakah Anda paham? Ikuti: Persis sebagaimana kasih untuk ketaatan, Sifat egois adalah ketidaktaatan. Apakah itu masuk akal? Persis seperti kasih yang menggenapi hukum, mementingkan diri sendiri adalah pelanggaran hukum. Di bawah hal keegoisan datanglah setiap dosa lainnya, saudara-saudaraku terkasih, ini bukan salah satu dari banyak, ini adalah prinsip yang meliputi semua dosa; dan prinsip ini pada saat kejatuhan, menggantikan kasih dalam kodrat manusia. Itu menjadi prinsip yang dominan dan memotivasi, tertulis di atas hati manusia, tertulis di setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera keberadaannya. Pantas saja, semua kekuatannya dibelokkan!

Itu hal lain yang terjadi, ingat ? Kekuatannya berubah dan keegoisan mengambil-alih tempat kasih itu.Anda tahu ketika hati manusia diatur oleh hukum kasih, semua kemampuan manusia dijalankan semata-mata untuk menyenangkan dan memuliakan, siapa? …Tuhan! Amin? Tetapi ketika rasa mementingkan diri sendiri mengambil-alih tempat kasih itu. apa yang terjadi? Semua kekuatan itu telah berubah; dan sekarang setelah kejatuhan, semua kemampuan manusia digunakan untuk menyenangkan dan memuliakan, siapa? …diri sendiri… diri sendiri. Itu adalah kerusakan moral yang kita sebut kebejatan dan pena inspirasi, ngomong-ngomong, mendefinisikan kebejatan sebagai “kerusakan moral.” {153,4 Maret} Dia juga memberitahu kita, bahwa keegoisan adalah esensi dari kerusakan moral.Egoisme itu apa? …esensi dari kebejatan/akhlak yang rusak. {ST, 25 Des 1901 par. 9} Ketika keegoisan mengambil-alih tempat kasih, manusia cenderung menjadi jahat. Ada kerusakan moral pada inti keberadaannya, dan segala sesuatu yang menyerupai Tuhan sangat ditentang dan sangat dirusak. Inilah mengapa pena inspirasi mengatakan, “Gambar Allah telah dirusak dan hampir hilang.”{PP 595.2} …hampir hilang. Semua kemampuan yang menyerupai Tuhan yang tadinya memuliakan Tuhan, karena mereka dikendalikan oleh kasih, sekarang, memuliakan siapa? Diri sendiri dan Setan, karena mereka diatur keegoisan. Apakah Anda mengerti, seberapa radikal kita terpengaruh oleh karena kejatuhan? Saudara-saudaraku terkasih, Anda harus memahami ini. Ini penting untuk dipahami.

Sekarang, tolong pahami, bahwa berdasarkan hukum keturunan, kerusakan moral yang mengerikan ini yang disebut kebejatan keegoisan ini – diturunkan sebagai hak kesulungan, kepada keturunan Adam. Mari kita buka Kejadian 5. Sekarang, Anda memiliki kutipannya di cetakan Anda, tapi saya ingin Anda melihatnya dalam konteks yang lebih luas. Jadi, mari kita buka Kejadian pasal 5, dan catatlah kata-kata yang luar biasa ini. Kejadian 5: 1: “Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa,” siapa? “…Allah.” Ayat 2; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka dan Ia memberkati mereka dan memberikan nama,” apa? “…Manusia” Tahukah Anda, apa bahasa Ibrani nya itu? Itu Adam; ya, itu Adam. Lihat itu… Disebut Adam… kata yang sama. Orang Ibrani memiliki keuntungan luar biasa dalam kata yang sama ini, dalam arti kebersamaan. Anda tahu, ketika Alkitab memberi tahu mereka bahwa Adam berdosa, mereka tahu bahwa mereka berdosa. Umat manusia berdosa … karena nama yang sama. “laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka, ia memberkati mereka dan memberikan nama manusia kepada mereka pada waktu mereka diciptakan.” Lihat ayat3: “Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya lalu memberi nama Set.”Sekarang tolong perhatikan: Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tetapi Set, menurut gambar dan rupa Adam. Tapi pahamilah; diantara saat penciptaan Adam dalam rupa Allah dan kelahiran Set dalam rupa Adam, apa yang terjadi? Dosa telah terjadi. Manusia telah menjadi orang yang mementingkan diri sendiri … secara alami. Jadi, bagaimana anaknya lahir? Secara alamiah ia egois. …secara alamiah ia mementingkan diri. Para Nabi Dan Bapa, Vol 1, Hal 80 “Sementara Adam diciptakan tanpa dosa, menurut teladan Allah, Set, seperti halnya Kain, mewarisi keadaan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dari orang tuanya.” Dia apa? …dia mewarisi keadaan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dari orang tuanya; dan itu adalah Set. Set adalah orang yang saleh.

Mengapa Set menjadi berbeda dari Kain? Bukan atas dasar bagaimana ia dilahirkan secara alami, tetapi atas dasar memilih untuk dilahirkan kembali. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} … dan itulah satu-satunya cara, siapa pun dari kita, dapat menempuh jalan yang berbeda dari yang ditempuh Kain. Itulah satu-satunya cara. Anda harus memilih untuk dilahirkan kembali, tetapi sebagian besar umat manusia tidak memilih itu, bukan? Berapa banyak generasi yang dibutuhkan agar umat manusia menjadi begitu rusak, begitu memberontak, sangat jahat sehingga Tuhan harus memusnahkan mereka? Berapa generasi? Sepuluh … sepuluh; dan dalam sepuluh generasi, bagaimana kondisi umat manusia? Kejadian 6:5: “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Wow! Itu kerusakan yang cukup serius. Apakah Anda setuju? Tahukah Anda bagaimana kondisi umat manusia itu? Mereka berada pada situasi di mana orang-orang sangat memberontak, sehingga mereka semua, kecuali delapan orang, melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Setiap niat pikiran hati mereka, hanya kejahatan terus menerus. Itu adalah kondisi, di mana Anda berada di luar harapan keselamatan. Dan saudara-saudaraku terkasih, ketika umat manusia sampai pada kondisi itu, hanya belas kasihan dan kasih Tuhan untuk, apa… untuk memusnahkan umat manusia dan Dia melakukannya dengan air bah; dan mengapa ini, begitu penting? Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. {Matius 24:37} Dan saya di sini untuk memberi tahu Anda di hadapan Tuhan, umat manusia sangat begitu dekat untuk mencapai kondisi itu sekali lagi; dan ketika umat manusia mencapai keadaan dimana setiap niat pikiran hati mereka hanya kejahatan terus menerus, maka pintu kasihan apa? …akan ditutup. {DA 122.2, DA 633.2}

Mengapa …? Mengapa? Karena penundaan lebih lanjut tidak akan mengubah pikiran siapa pun, dan hanya akan ada dua kelompok. Mereka yang setiap niat dari pikiran hatinya hanyalah hal suci terus menerus, dan mereka, yang setiap niat dari pikirannya, hanyalah kejahatan yang terus menerus. Hanya akan ada dua. Itulah yang dimaksud dengan dimateraikan atau memiliki tanda binatang. Apakah Anda mendengarkan saya? … dan pada saat itu, Tuhan membunyikan peluit dan pintu kasihan ditutup, karena penantian lebih lanjut tidak akan mengubah pikiran siapa pun. Dan saudara-saudaraku terkasih, satu-satunya alasan bahwa Tuhan menunda, adalah karena Ia “menghendaki supaya,” apa? “…jangan ada yang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” {2Petrus 3:9}Dia adalah Tuhan yang luar biasa, penyayang, sabar, dan masih ada sebagian umat manusia, yang memiliki potensi untuk mengubah pikiran mereka. Dan karena itu, Dia menunda. .. Dia menunggu. Tetapi saudara-saudaraku terkasih, ketika semua orang berada pada kondisi di mana tidak ada yang akan merubah pikirannya, maka penundaan lebih lanjut, tidak ada gunanya. Apakah Anda mendengarku? … dan saat itulah pintu kasihan ditutup, dan Tuhan dengan penuh kasih campur tangan, dan melenyapkan mereka yang tidak mau diubah dalam mengendalikan keinginan mereka yang selaras dengan jalan Setan. Dan dalam belas kasihan kepada mereka, Dia melenyapkan mereka, sama seperti belas kasihan kepada seluruh alam semesta. Lebih lanjut tentang itu nanti.

Oh, akibat dari kejatuhan itu mengerikan, saudara-saudaraku terkasih. Kita mengabaikannya… kita mengabaikannya… Kita tidak melihat apa yang terjadi kepada umat manusiadengan jelas, bukan? Sepuluh generasi, semuanya kecuali delapan orang harus disingkirkan; dan, apa inti masalahnya? Historical Sketches, halaman 138. Ini dia, dengarkan… dan tolong, terima itu. Beberapa dari Anda mengalami kesulitan – saya tahu dengan melihat Anda – menerima apa yang saya sampaikan kepada Anda. Tapi saya jamin, saya tidak membagikan ide saya kepada Anda Dulu saya tidak percaya seperti ini – tetapi ide-ide saya, harus disesuaikan dengan apa yang dikatakan Tuhan, bukan sebaliknya. Tuhan mengampuni kita atas suatu kesombongan pendapat yang menyebabkan kita memaksakan tulisan inspirasi untuk mendukung apa yang kita yakini. Historical Sketches, halaman 138. Dengarkan baik-baik. Inilah inti masalahnya: “Keegoisan tertanam dalam diri kita. Keegoisan itu apa? …tertanam. Apa yang dimaksud dengan “tertanam” ? “Terjalin.” Tertulis di setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera… Dengan kata lain… ingat, itulah kasih pada mulanya, tetapi pada saat kejatuhan, keegoisan menggantikan kasih. Jadi sekarang, apa yang terjalin? Apa yang terjalin di setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera? Apa itu? Itu adalah keegoisan. Dan kalimat berikutnya: Bagaimana hal itu bisa terjadi pada kita? Mari kita baca. “Itu telah menjadi milik kita sebagai warisan.” Itu telah menjadi milik kita, bagaimana? …sebagai warisan. Saudara-saudaraku terkasih, itu adalah hak kesulungan.

Diberkatilah bayi mereka… diberkatilah bayi mereka yang relatif tidak bersalah… mereka yang keturunan berkulit merah muda, coklat, kuning langsat, atau hitam, yang dilahirkan di dunia ini melalui hukum kelahiran; hukum keturunan. Bagaimana mereka pada dasarnya? Ayo, mereka pada dasarnya bagaimana? Mereka egois, semua orang tua tahu itu. Anda tidak perlu mengajari seorang anak untuk menjadi egois, bukan? Adakah di antara Anda yang memiliki anak, yang harus Anda ajarkan untuk menjadi egois? Apakah Anda memiliki anak yang begitu manis sehingga Anda harus berkata: “Jangan, jangan, jangan, jangan, jangan terlalu banyak berikan mainanmu. Kamu perlu belajar menyisihkan untuk diri sendiri.” Apakah Anda punya anak seperti itu? Tidak, Anda tidak! Mengapa? Karena mereka pada dasarnya egois. Ngomong-ngomong, sebelum Anda terlalu marah kepada mereka karena keegoisan itu, Anda perlu bertanya pada diri sendiri, dari mana mereka mendapatkannya. Dan saya tidak tahu tentang Anda, tetapi ayah ini (Saya), merasa paling sulit untuk bersabar melihat keegoisan itu, yang pernah saya alami sepanjang hidup saya; dan saya melihat cermin diri saya, pada anak-anak saya. Ayolah, adakah di antara kalian yang bisa mengidentifikasikan itu? {Iya} Keegoisan tertanam dalam diri kita, itu terdapat dalam diri kita sebagai warisan; dan, apakah keegoisan itu dosa? Ayolah, apakah keegoisan itu dosa? Di bawah hal keegoisan, terdapat setiap dosa lainnya. Keegoisan pada intinya adalah dosa, dan kita memilikinya sebagai warisan, tertulis di setiap saraf, setiap urat, setiap pancaindera kita. Hadapi itu saudara-saudaraku terkasih. Anda tahu, Baru setelah kita menyadari, bahwa hati yang alami dikuasai oleh keegoisan, maka kita akan ada dalam posisi untuk sepenuhnya menghargai, perlunya kita mendapatkan hati yang baru… yang memiliki hukum baru yang tertulis di atasnya. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Anda harus memahami kabar buruknya sebelum Anda dapat menghargai kabar baiknya. {Amin} Anda harus memahami betapa tak berpengharapan dan tidak berdayanya Anda dengan kelahiran alami, sebelum Anda dapat menghargai harapan, dan bantuan, yang menjadi milik Anda melalui kelahiran kembali secara spiritual. {Amin} Anda harus menyadari betapa kacau hidup Anda, oleh karena perbuatan Adam pertama, sebelum Anda dapat menghargai apa yang telah dilakukan Adam kedua untuk membuat semuanya lebih baik. Kabar baik itu akan menjadi baik … Sebagaimana kabar buruk itu menjadi … buruk.

Bagaimana Daud berbicara tentang kenyataan ini? Mazmur 51:5: “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Ini Alkitabiah, saudara-saudaraku terkasih. Ini adalah kebenaran Alkitab. dalam kesalahan aku diperanakkan. Saya lahir dalam keadaan berdosa. Mengapa? Mengapa? Apa alasannya? dalam dosa ibuku, apa? …aku dikandung. Ada orang yang … diberkatilah hati mereka, karena mereka tidak bisa menerima kebenaran yang polos ini tentang kelahiran alami mereka; maka mereka membuat kita percaya bahwa semua yang Daud akui di sini, adalah bahwa dia dikandung di luar nikah. Saya jamin, bukan itu yang diakui David di sini. Roh Nubuat mengatakan bahwa Mazmur 51 adalah contoh doa pertobatan, bagi setiap pendosa. Saya tidak tahu tentang Anda, tapi saya tidak dikandung di luar nikah. Saya tidak perlu mengakuinya. Tapi tentu saja saya harus mengakui, bahwa saya dikandung oleh orang tua yang egois dan pemberontak, yang menurut hukum keturunan, memberi saya hati yang egois dan memberontak. Baru setelah saya mengakuinya, saya akan melakukan, seperti yang dilakukan Daud di ayat berikutnya, berlutut dan berkata, “Jadikanlah hatiku tahir ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.” Karena yang saya terima sebagai warisan alami, tercemar oleh roh mementingkan diri; dan itulah mengapa, segala kesalehan saya seperti apa? …kain kotor {Yesaya 64:6}: itu adalah hal baik yang Saya lakukan. Tetapi karena sifat alami hatiku yang egois mereka, apa? … tercemar.

Saudara-saudaraku terkasih, Anda dan saya bahkan tidak dapat memulai untuk benar-benar menaati hukum Tuhan, sampai kita mendapatkan hati yang baru itu. Tapi kita tidak akan mendapatkan hati yang baru itu, sampai kita memintanya; dan kita tidak akan memintanya, sampai kita menyadari bahwa kita membutuhkannya.

Inilah mengapa sangat penting, bahwa kita mengenali hak kesulungan kita yang sangat buruk karena warisan alami. Puji Tuhan, ada warisan spiritual dari Adam kedua. Paulus berbicara tentang kenyataan ini dalam Efesus 2: 1-3, sebagai berikut: “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka, sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat.” apakah itu? “…pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.” Paulus mengartikan untuk dirinya sendiri juga. “Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai.” Review and Herald, 6 Januari 1891. Dengarkan yang ini: “Pada dasarnya manusia egois.” Manusia itu apa…? Egois secara apa? …secara alami. Inilah sebabnya, pada hakikatnya kita berdosa… karena keegoisan adalah dosa, dan kita melakukan dosa, karena kita berdosa. Kita tidak menjadi berdosa karena kita melakukan dosa. Apakah Anda mendengarkan saya? Kita melakukan dosa karena kita memiliki hati yang egois. Kita berkeinginan daging, dan keinginan daging adalahapa? “…perseteruan terhadap Allah,karena ia tidak takluk }kepada hukum Allah; hal ini memang,” apa? “…tidak mungkin baginya.” {Roma 8:7} Apa satu-satunya hal yang dilakukan jika kita mempunyai keinginan daging? …melakukan dosa. Itulah satu-satunya hal yang dapat dilakukannya, saudara-saudaraku terkasih.

Sekarang, perhatikan, …kami telah memberi Anda kualifikasi ini; pikiran duniawi melakukan pekerjaan ketaatan palsu yang mengerikan. Hal itu dapat membuat perilaku Anda sesuai dengan huruf harafiah hukum, sehingga Anda akan kelihatan baik, dan dipuja, dihargai, dan dipromosikan… Tapi itu bukan ketaatan; itu kemunafikan. Apakah Anda setuju dengan saya? Alasan mengapa hal keinginan daging tidak mungkin bisa menurut, adalah karena dalam keinginan daging, kita tidak mungkin dapat mengasihi. Hanya ada sifat mementingkan diri sendiri. Anda bahkan tidak dapat mulai menurut kecuali Anda memperoleh hati yang baru, karena hanya dengan hati yang baru kita dapat mengasihi; dan kasih, adalah kegenapan hukum Taurat. Apakah Anda setuju dengan saya? Anda tahu itu, bukan? Kasih adalah kegenapan hukum Taurat. {Roma 13:10} Saya tidak peduli seberapa baik Anda mematuhi huruf harafiah hukum Taurat, jika tidak dimotivasi oleh kasih, itu bukan ketaatan. Itu bukan… itu bukan ketaatan. “Manusia pada dasarnya egois. Mereka bertindak karena dorongan hati, tanpa mengacu pada kehendak Tuhan. Kehendak mereka sendiri adalah kriteria.” {RH, Jan 6, 1891} Oh, betapa menyedihkan komentar tentang sifat kejatuhan manusia… Paulus mengatakannya begini. Filipi 2:21, “Sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri…” Berapa banyak? “Sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri bukan kepentingan Kristus Yesus.” Dengarkan komentar, komentar yang diilhami atas ayat itu. Signs of the Times, 2 Juni 1887: “Itu tertulis dengan jelas di hati yang belum diperbarui dan di dunia yang jatuh, ‘Semua mencari kepentingannya sendiri.'” Dan apa artinya ini? Mari kita baca: “Keegoisan adalah hukum besar dari sifat kita yang merosot. Keegoisan menempati tempat di dalam hati, di mana Kristus harus duduk bertahta.” Dan kapan itu terjadi? Itu terjadi 6.000 tahun yang lalu, di Taman Eden, ketika Adam berdosa dan keegoisan menggantikan kasih; dan menurut hukum keturunan, kita masing-masing dilahirkan dengan keegoisan yang bertahta dalam sifat manusia.

Tapi puji Tuhan, kita bisa memilih, menempatkan Yesus di atas takhta hati kita. Kita bisa dilahirkan kembali. Saya memuji Tuhan untuk itu! Saudara-saudaraku terkasih, saya sangat, sangat prihatin, ketika saya menyadari bahwa banyak dari kita, di gereja tercinta ini, telah gagal memahami, akibat mengerikan dari kejatuhan manusia. Karena Anda tahu, jika Anda gagal untuk mengenali akibat radikal yang mengerikan dari kejatuhan manusia, Anda tidak akan berada dalam posisi untuk menghargai – sebagaimana mestinya, atau meminta – sebagaimana Anda harus, ketentuan-ketentuan dari rencana keselamatan. Anda tahu, ini bukan hanya kebetulan, bukan hanya … sesuatu yang kita lakukan di sini, hanya untuk menghibur Anda, untuk bersama-sama mengeksplorasi betapa kacaunya kita karena kejatuhan. Saudara-saudaraku terkasih, kita harus menyadari, bahwa sebelum kita melihat kedalaman sebenarnya dari keberdosaan kita dan Anda harus melihat kedalaman sebenarnya dari keberdosaan Anda – sebelum Anda pergi mencari Juruselamat dengan sepenuh hati. Apakah Anda setuju dengan saya? {Amin} Jika Anda berpikir bahwa dosa hanyalah pilihan yang disengaja untuk tidak mematuhi hukum Allah, maka satu-satunya hal yang akan Anda cari adalah pengampunan atas dosa-dosa Anda. Tetapi saudara-saudaraku terkasih, ada dimensi yang lebih dalam dari masalah dosa. D-O-S-A besar. Itu adalah hati yang egois dan memberontak. Ya, Yesus ingin mengampuni Anda atas dosa-dosa Anda, tetapi Dia bukan hanya ingin menangani buahnya; Dia ingin menangani akarnya. {Amin} Dia ingin memberimu hati yang baru… {Ezra 36:26} yang dikuasai oleh hukum kasih. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin}

Tetapi dapatkah Dia memberikan itu kepada Anda, jika Anda tidak memintanya? Tidak … dan akankah Anda memintanya, jika Anda tidak menyadari kebutuhan Anda? – Tidak. Apakah penting untuk menyadari kebutuhan tersebut? – Iya, Ya, dan kita akan kembali membahas ini. Jadi, ini bukan hanya … Anda tahu, sebuah pembelajaran demi memberikan Anda beberapa hal menarik untuk dipikirkan. Saudara-saudaraku terkasih, ini menyelamatkan. Ini ada hubungannya dengan keselamatan pribadi kita sendiri. Memahami kebenaran tentang masalah dosa adalah penting jika kita siap untuk meminta, dan menghargai, dan dengan sungguh2 menerima solusi dosa … secara keseluruhan. Oh, akibat yang mengerikan bagi umat manusia, memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dengarkan bagaimana pena inspirasi menyatakannya. Ini ditemukan, dalam Membina Pendidikan Sejati, halaman 25. Membina Pendidikan Sejati, halaman 25. “Dimana dulu tertulis hanya tabiat Tuhan, pengetahuan tentang yang baik, sekarang tertulis juga tabiat setan, pengetahuan tentang kejahatan.” Menarik… Sebelum makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, apa satu-satunya pengetahuan yang dimiliki manusia? Pengetahuan tentang yang baik…, yang mana itu adalah tabiat dari siapa? {Tuhan} …Tuhan. Tetapi setelah manusia memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, pengetahuan apa yang diperolehnya? Pengetahuan tentang kejahatan, yang merupakan tabiat dari siapa? {Setan} …Setan. Sekarang, manusia memiliki keduanya, pengetahuan tentang yang baik dan pengetahuan tentang yang jahat. Baik bekas-bekas tabiat Tuhan dan tabiat Setan, sekarang menjadi faktor dalam hidupnya.

Tetapi dari keduanya, setelah kejatuhan, faktor mana yang lebih berkuasa? Yang mana yang mengendalikan dia? Yang mana yang mendominasi? Itu adalah pengetahuan tentang kejahatan, saudara-saudaraku terkasih. Itu pengetahuan tentang apa? …pengetahuan tentang yang jahat. Meskipun manusia masih – setelah kejatuhan – memiliki hati nurani yang merupakan bagian dari pengetahuan tentang yang baik, yang mengganggunya ketika dia melakukan kesalahan dan itu menyebabkan dia ingin melakukan yang lebih baik, dan menjadi orang yang lebih baik. Meskipun dia masih memiliki sisa tabiat Tuhan, apakah dia memiliki kekuatan untuk menjadi lebih baik dalam dirinya sendiri? Dalam keadaan jatuh, apakah ada kekuatan? Tidak. Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. { Yohanes 15:5}tidak dapat berbuat apa-apa. Setan sangat senang saat ia berhasil mengganti transkrip tabiat Allah – hukum kasih – dengan transkrip tabiatnya sendiri – hukum keegoisan – dan menjadikan itu prinsip yang dominan dan memotivasi dalam sifat manusia. Dia sangat senang. Tapi perhatikan ini dengan seksama. Dia tidak puas dengan hanya mencapai prestasi itu. Dia bertekad, bahwa dia bahkan akan menghilangkan jejak gambar Tuhan, dihapus dari sifat manusia. Dia bertekad untuk sepenuhnya melenyapkan kemuliaan, dan itu telah menjadi agendanya, sejak saat itu; dan dalam 10 generasi, ia berhasil melakukannya kepada seluruh umat manusia, kecuali delapan orang, …dan dia masih melakukannya, sejak saat itu… terkecuali kepada…, Saya berharap, terkecuali kepada masing-masing kita di ruangan ini.

Dan bagaimana dia melakukannya selama ini? Bagaimana caranya dia sibuk merusak sisa-sisa gambar Tuhan, dalam diri manusia? Dengan menghapus sisa-sisa hukum Allah dari hati manusia. Apa Anda mendengar saya? Bagaimana dia bisa merusak sisa-sisa gambar Tuhan, dalam diri manusia? Dengan menghapus sisa-sisa hukum Allah dari hati manusia. Dan bagaimana dia melakukannya? Dengarkan. Manuskrip Release, Volume 9, halaman 229: “Hukum Tuhan pernah tertulis di hati pria dan wanita. Tapi dosa kesayangan mereka meredupkan dan hampir menghapus tulisan itu. Kesan yang dibuat oleh dosa berangsur-angsur menghilangkan kesan hukum.” Bagaimana dia bisa membuat kita menghapus bahkan sisa-sisa tentang hukum Allah dari hati nurani kita? Dengan membuat kita memilih dengan sengaja untuk melakukan apa? {Dosa} …dosa. Dan setiap kali kita melakukannya dengan melanggar hati nurani kita, apa yang terjadi? Apa yang terjadi? Ayolah, apa yang terjadi? Hati nurani itu akan dibekukan. Itu dibungkam… sampai akhirnya, apa? Kita tidak dapat mendengarnya lagi, dan saudara-saudaraku itu adalah dosa yang tidak akan diampuni. { Matius 12:31} Apakah Anda mengerti apa yang baru saja saya jelaskan? Itu adalah dosa yang tidak akan diampuni, {5T 634.1} dan itulah tujuannya untuk kita semua yang ada di ruangan ini. Itulah yang manusia lama kita coba lakukan. Tolong jangan bekerja sama dengannya dalam proses itu. Tolong jangan bekerja sama dengannya dalam proses itu! Demi Anda, saya mohon, tetapi khususnya demi Tuhan … Yang sudah membayar harga tak ternilai untuk dapat memulihkan di dalam dirimu, gambar-Nya. Biarkan Dia melakukan itu, saya mohon.

Saya tutup dengan cerita yang tidak asing untuk kita. Itu tertulis di dalam 1 Samuel 4:21. Anak-anak Eli dalam ketidaktaatannya telah membawa Tabut Perjanjian ke dalam pertempuran melawan orang Filistin. Mereka berharap itu akan membawa kemenangan bagi mereka, semacam jimat keberuntungan. Mereka telah mendengar cerita tentang apa yang telah dilakukan Tabut Perjanjian di masa lalu,dan mereka berharap itu akan terjadi lagi. Tapi ada satu masalah besar. Hukum hanya ada di Tabut. Itu tidak ada di hati mereka, dan karenanya Tuhan tidak dapat berperang dengan mereka, dan untuk mereka; dan apa yang terjadi di medan perang hari itu? Apa yang terjadi? Mereka kalah dalam pertempuran. Mereka juga kehilangan nyawanya. Tapi apakah hanya itu yang hilang? Mereka juga kehilangan Tabut, dan saudara-saudara terkasih, Anda dan saya tidak mungkin memahami betapa menghancurkannya hal itu bagi anak-anak Israel. Kita tidak bisa memahaminya. Mengapa? Karena kita tidak mengerti bagaimana identitas pribadi mereka secara keseluruhan, seluruh harga diri mereka, terikat, dengan fakta bahwa Allah telah mempercayakan hukum-Nya kepada mereka. Itulah yang membuat mereka, menurut perkiraan mereka, lebih unggul dari semua orang, dan, musuh terburuk mereka telah mengambil Tabut itu dalam pertempuran. Itu berita yang sangat buruk.

Dan seorang utusan dikirim kembali untuk menyampaikan berita kepada imam Eli; dan dia datang, dan ketika Eli mendengarnya, apa yang terjadi? …dia jatuh dan mati. Ini sangat luar biasa. Tapi tugas pengirim pesan belum berakhir. Dia harus memberitahu istri dari dua anak laki-laki yang tewas. Saya selalu merasa begitu sedih tentang salah satu dari istri mereka, khususnya, yang akan melahirkan; melahirkan cucu Eli, dari salah satu anak laki-lakinya. Apakah pembawa pesan menunggu saat yang lebih tepat? Tidak, dia masuk ke dalam tenda dan menyampaikan berita kepada wanita malang ini yang akan melahirkan. Begitu mengejutkan sehingga wanita malang itu meninggal saat melahirkan. Tapi sebelum dia meninggal, apa yang dia lakukan? Dia menamai putranya menurut keadaan kelahirannya … seperti kebiasaan unik orang Ibrani; Mereka sering melakukan ini. Nama apa yang dia berikan padanya? Lihat di 1 Samuel 4:21: “Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel”‘ Kata kunci apa yang Anda dengar dalam kalimat itu? “Kemuliaan.” Apa arti kemuliaan? “Tabiat.” Sekarang, harap perhatikan sesuatu yang sangat penting. Ketika Musa di Gunung Sinai berkata, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” {Keluaran 33:18} Tahukah Anda apa kata Ibrani yang diterjemahkan “kemuliaan”? Kata “chabod.” Apa itu? …itu “chabod.” Apakah Anda mendengar itu di “Ichabod”? “I” berarti peniadaan dalam bahasa Ibrani. “I” berarti “tidak” atau “tidak ada”. “Tidak ada kemuliaan”, itulah nama anak laki-laki itu. Itu sebabnya kita diberitahu, segera setelah Ia menamai anak itu Ikabod katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel!'” Mengapa? “…karena tabut Allah telah dirampas, dan karena ayah mertuanya dan suaminya.” Keduanya telah mati.

Namun harap diperhatikan, di ayat berikutnya diulangi. Tapi kali ini hanya alasan terpenting dari kemuliaan telah lenyap. Apakah itu? “…dan katanya: ‘Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas.'” Kita mengulanginya, saudara-saudaraku terkasih, dan setiap kali Kitab Suci mengulangi sesuatu, itu karena apa? …itu penting. Apakah Anda melihat kebenaran rohani yang mendalam di sini? Apakah Anda melihat maksud pembahasannya? Mengapa kemuliaan itu lenyap? sebab tabut Allah telah dirampas. Tapi apa yang ada di tabut itu? Hukum Tuhan, yang merupakan transkrip… tabiat-Nya, yaitu kemuliaan-Nya. Tentu saja, ketika musuh berhasil merampas hukum Tuhan dari tempat yang maha kudus, Ikabod adalah hasilnya. Kemuliaan lenyap.

Dan saudara -saudariku justru demikian ketika musuh jiwa kita mengambil hukum Tuhan dari tempat maha kudus dalam bait tubuh ini, dan diganti dengan apa? …hukum keegoisan Apa yang terjadi? “Ikabod” terjadi. Kemuliaan lenyap dan selama 6.000 tahun kita, umat manusia, telah merosot dari degradasi ke degradasi, ke dalam keserupaan tabiat setan. Itu kabar buruknya. Kabar baiknya akan menyusul. Itulah mengapa Anda harus kembali besok malam. Saudara-saudaraku terkasih, inti dari kabar baik ditemukan dalam sebuah janji, dan apa janji itu? Itu janji perjanjian baru, dan apa isinya? “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka.” {Yeremia 31:33} Tuhan telah menyusun sebuah rencana, di mana hukum sekali lagi dapat dipulihkan ke tempat maha kudus, dan menjadi kekuatan yang mengatur, prinsip, roh, yang mengatur sifat manusia. {Amin} Dan kita bisa diubah dari kemuliaan kepada kemuliaan melalui rencana keselamatan. Sekali lagi, kita dapat menggenapi takdir yang telah ditetapkan Tuhan, yang hilang akibat dosa, tetapi sekarang telah diselamatkan dengan darah. {Amin} Tolong datang kembali, dan mari kita pelajari rencana itu bersama. Marilah kita berdiri untuk doa penutup.

Bapa di surga, saya sangat berterima kasih karena telah membantu kami memahami kabar buruk. Itu mempersiapkan kami untuk lebih menghargai, dan dengan sungguh-sungguh menerima kabar baik. Bawalah kami kembali besok malam, saat kami melanjutkan pelajaran kami tentang bagaimana kami dapat diubahkan – terlepas dari kejatuhan – melalui rencana keselamatan, dari kemuliaan kepada kemuliaan. Ini adalah doa kami dalam nama Yesus. Amin Tuhan memberkatimu saudara-saudaraku, Tuhan memberkati Anda.