Select Page

Anda dapat mengunduh Pelajaran disini.

Pengembangan tabiat dikatakan sebagai pekerjaan yang paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia. Selama satu jam kedepan kita akan mendalami hak istimewa kita dan tanggung jawab kita supaya menjadi serupa dengan tabiat Kristus. Bergabunglah bersama kami dalam waktu yang berharga ini untuk pembaharuan diri sebagaimana Pendeta Stephen Wallace akan membawa kita “Dari Kemuliaan kepada Kemuliaan.”

Selamat sore saudara-saudaraku. Senang melihatmu kembali sore ini. Terima kasih banyak atas komitmen Anda untuk mempelajari Firman Tuhan, yang diwujudkan dengan kehadiran Anda. Saya telah menantikan untuk melanjutkan pelajaran ini bersama Anda. Seri Pelajaran kita berjudul “Dari Kemuliaan Kepada Kemuliaan,” sebuah seminar tentang prinsip-prinsip pengembangan tabiat Kristiani. Kita belajar bersama pekerjaan terpenting yang pernah dipercayakan kepada manusia. Dan apakah itu? “Pembangunan tabiat.” Membina Pendidikan Sejati, halaman 225, itu referensi pertama di bahan bacaan Anda: “Pembangunan tabiat adalah pekerjaan terpenting yang pernah dipercayakan kepada manusia; dan belum pernah sebelumnya hal itu dipelajari lebih penting daripada sekarang ini.” Mengapa itu sangat penting sekarang? Apakah Anda siap untuk ini? Karena Raja kita akan segera datang. Oh, Anda belum siap. Saya akan memberikan kesempatan kedua. Mengapa itu sangat penting sekarang? Karena Raja kita akan segera datang. {Amin} Ya memang. Saya percaya itu, saudara-saudaraku. Oh, saya percaya.

Ada banyak hal yang terjadi. Bahkan, hari ini ada peristiwa penting yang terjadi, yang akan saya tolak untuk terlibat di dalamnya.. tetapi penggenapan nubuat terjadi hari ini. Kita sudah sampai di garis akhir, saudara-saudaraku terkasih. Tolong ketahuilah itu. Tolong ketahuilah itu. Tapi kita mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kita memiliki injil untuk di beritakan ke seluruh bangsa, bahasa dan kaum {Wahyu 14:6, dan kita memiliki hidup kita sendiri untuk dipersiapkan. {Wahyu 14:7} Tapi keberhasilan dalam menyelesaikan kedua tugas tersebut, tergantung pada hal yang sama, bukan? …dan apakah itu? Pengembangan tabiat seperti Kristus. Mengapa? Karena kita tidak bisa menjadi saksi yang efektif untuk Raja, atau warga negara yang layak untuk Kerajaan, kecuali kita memiliki tabiat seperti Kristus.

Tadi malam, kita bergumul dengan kabar yang sangat buruk; yaitu konsekuensi yang buruk dari kejatuhan manusia atas kodratnya: dan akibat yang membuat manusia sama sekali tidak mampu, untuk memenuhi takdir yang telah ditetapkan Tuhan. untuk memenuhi takdir yang telah ditetapkan Tuhan. Apa takdir yang ditetapkan Tuhan? Yesaya 43:7. Apa yang Pencipta kita katakan tentang kita? “Yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan.” Anda bukanlah produk dari waktu dan peluang, yang hanya kebetulan ada disini untuk makan, minum dan bersenang-senang sebab besok kita mati. { 1Kor 15:32} Oh, tidak! Kita adalah buatan tangan seorang Pribadi yang adalah Tuhan Pencipta, yang menjadikan kita untuk tujuan yang tinggi dan suci: untuk menyatakan kemuliaan-Nya, untuk mengatakan hal-hal yang benar dan indah kepada alam semesta tentang siapa Dia sesungguhnya; khususnya untuk menyatakan tabiat-Nya. Sebab, istilah alkitabiah, bagi Anda yang baru bergabung dengan kami, istilah Alkitab untuk tabiat adalah apa? “…Kemuliaan” Jadi, ketika Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Tuhan menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, itu memberitahukan kita bahwa Dia menciptakan kita untuk menyatakan tabiat-Nya. Tabiat mulia yang tak terhingga yang harus kita pantulkan pada dunia, agar mereka dapat membuat dengan akurat suatu kesimpulan indah seperti apa Dia itu sesungguhnya. Karena kita telah diciptakan menurut gambar-Nya, {Kej 1:26} menurut rupa-Nya di setiap dimensi keberadaan kita. Dan apa yang selanjutnya Tuhan lakukan untuk memampukan kita memenuhi rancangan-Nya? Dia menulis pada setiap syaraf, setiap otot, setiap panca indera kitaapa-Nya? {Hukum} …Hukum-Nya. {RH, Nov 12, 1901 par 4}

Tetapi kabar buruk tadi malam, yang harus kita hadapi, adalah bahwa pada waktu kejatuhan, egoisme mengambil-alih tempat kasih itu. {Kebahagian Sejati 17.1} Kasih adalah hukum Allah yang tertulis pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia {2Kor 3:3}, setiap syaraf, setiap urat setiap panca indera kita. Tetapi ketika manusia jatuh, keegoisan – hukum Setan, mengambil alih tempat kasih itu. Itu menjadi dominan dan sebuah prinsip yang mengendalikan yang tertulis di atas loh daging hati manusia; di setiap syaraf, otot dan panca indera kita Karena itulah seluruh sifatnya, semua kekuatannya diselewengkan.

Sebelum kejatuhan, manusia hidup semata-mata untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan. Tetapi rasa mementingkan diri-sendiri mengambil alih tempat kasih, setelah kejatuhan, sekarang manusia hidup untuk untuk menyenangkan dan memuliakan diri sendiri. Serius, radikal dan kerusakan moral dan sifat kealamiahan akibat kejatuhan ini disebut kebejatan moral. Dan karena kerusakan moral ini, karena perubahan mendasar pada inti keberadaannya, ketika keegoisan menggantikan kasih, manusia sama sekali tidak mampu menyatakan tabiat Tuhan.

Bahkan, dia membuat dirinya untuk menyatakan tabiat siapa? Setan. Karena dia diatur oleh prinsip yang sama, roh yang sama, hukum yang sama yang mengatur hati Setan. egoisme; dan semua yang manusia dapat kembangkan secara alami adalah tabiat setan, saudara-saudaraku terkasih. Saya berkata, “puji Tuhan untuk kasih karunia-Nya.” Apa yang kamu katakan? {Amin} Tapi kita perlu mengerti keberadaan kita secara alami, sebelum kita menghargai apa yang kasih karunia dapat berikan. Inilah megapa kita perlu mendengar berita buruk, sehingga kabar baik akan lebih dihargai. Ingat, kabar baik adalah baik, seperti kabar buruk yang memang buruk.

Kita harus memiliki dasar perubahan yang radikal kebalikan dari apa yang terjadi saat kejatuhan, jika kita ingin menjadi seperti Kristus dalam tabiat. Pada saat kejatuhan, rasa mementingkan diri sendiri mengambil alih tempat kasih, tetapi dengan kasih karunia … puji Tuhan, kasih dapat mengambil alih tempat keegoisan. Amin? {Amin} Sekali lagi, kita dapat didominasi oleh roh, hukum, prinsip kasih, yang memerintah hati Tuhan; dan rencana keselamatan telah dirancang untuk memungkinkan perubahan itu.

Malam ini, kita akan membahas kabar baiknya. Saya sangat senang Anda kembali, karena saya akan merasa bersalah jika Anda hanya membiarkan saya berbicara tentang kabar buruknya, dan tidak memberikan kesempatan saya berbicara tentang kabar baik. Beberapa pelajaran berikutnya, akan membahas apa yang telah Tuhan lakukan, untuk membalikkan kesalahan yang terjadi pada saat kejatuhan manusia. Itu hanya review singkat untuk membantu kita mengerti dan untuk memfokuskan pikiran kita pada pembahasan yang sedang kita ikuti.

Namun sebelum kita melanjutkan ke materi berikutnya, apa yang harus kita lakukan,saudara-saudaraku? Apa yang perlu kita lakukan? Mengundang Roh Tuhan secara pribadi ke dalam hati kita. Mengapa? Hal-hal rohani hanya dapat dipahami secara rohani. {1 Kor 2:13-14} Tolong jangan pernah terlalu gegabah, untuk membuka Firman Tuhan tanpa terlebih dahulu, membuka hatimu, dan mengundang Roh Kudus untuk masuk, dan memberikan Anda kemampuan supernatural untuk mengetahui kebenaran.

Apa artinya mengetahui kebenaran? Ingat tiga tahap untuk mengetahui kebenaran? Mohon beri semangat saya. Itu artinya memahami dengan daya pikir kita. menerimanya dengan perasaan kasih. dan yang terpenting: menyerahkan kehendak kita pada kebenaran itu. Hanya dengan melakukan itu, kita dapat mengetahui kebenaran sampai mengalami kuasa yang memerdekakan, dan menyucikan dalam kehidupan kita; dan itulah yang ingin Anda semua lakukan, bukan? {Amin} Anda menginginkan lebih dari sekedar latihan intelektual malam ini, bukan? Anda menginginkan pengalaman yang mengubahkan hidup, bukan? {Amin} Anda ingin menjadi seperti Yesus karena telah menggunakan waktu untuk mempelajari Firman-Nya, bukan? {Amin} Itu bisa terjadi, saudara-saudaraku terkasih, dengan kuasa dan berkat Roh Kudus.

Tuhan rindu memberikannya kepada kita. Tetapi sebanyak yang Dia ingin berikan kepada kita, Dia tidak bisa berikan kecuali kita, apa? …minta. Anda lihat bahwa seluruh sistem perekonomian surga bekerja dengan prinsip sederhana, “Mintalah maka akan diberikan.” {Mat 7:7} Kita tidak dapat memperolehnya sebagai imbalan. Puji Tuhan … Yesus Kristus telah mendapatkan semuanya untuk kita, dan bersiap untuk memberikannya kepada kita, sebagai hadiah cuma-cuma. Tapi, Dia tidak akan pernah memaksakannya pada siapapun, karena Dia bukan seperti itu; Dia tidak melakukan itu. Dia tidak melanggar hak kebebasan memilih manusia. Itulah sebabnya kita harus menghampiri pintu hati kita, membukanya, dan berkata, “Masuk… masuklah, Tamu Surgawi… Masuklah dan makan bersama denganku. Dengan Roh-Mu, mampukan saya untuk memiliki rasa lapar dan haus itu, dan memungkinkan saya untuk dapat mencerna dan mengasimilasi roti kehidupan, agar saya dipelihara dan dikuatkan secara rohani. Masuklah.”

Maukah Anda mengundang Dia, untuk melakukan itu? …dan saat Anda berdoa untuk diri Anda sendiri, maukah Anda berdoa untuk saya? Saya perlu jamahan khusus malam ini, saat saya akan melanjutkan pelajaran ini. Mari kita menggunakan waktu beberapa saat berlutut.

Bapa kami yang di surga, dalam nama Yesus Kristus, Tuhan, kebenaranku, saya datang… dengan keyakinan ke hadirat-Mu. Sebuah keyakinan yang didasarkan pada kelayakan dari Perantara saya – bukan berdasarkan kelayakan saya sendiri. Layaklah Anak Domba yang tersembelih. Lihatlah saya sebagai yang tersembunyi di dalam Dia, saya berdoa. Saya datang meminta agar Engkau bermurah hati kepada kami, dan mencurahkan Roh Kudus-Mu ke atas kami. Kami ingin memahami kebenaran hingga kami mengalami kuasanya yang membebaskan dan menguduskan dalam hidup kami, lebih penuh dari sebelumnya. Tapi kami tidak bisa, kecuali Engkau memberkati kami dengan Roh Kebenaran. Bapa, khususnya saya, karena saya tidak layak untuk memimpin dalam mempelajari Firman-Mu, Saya secara khusus, membutuhkan Roh Kudus. Mohon kuasai saya, tubuh, pikiran, dan jiwa. Saya milikmu karena penciptaan, karena penebusan, dan karena pilihanku sendiri. Mohon pilihlah untuk menggunakan saya sebagai saluran berkat kebenaran. Apapun yang bisa Engkau katakan melalui saya, semoga itu tidak hanya dipahami secara intelek saja, semoga itu dapat diterima dengan perasaan kasih sayang, dapat menaklukkan kehendak… masing-masing kami di sini, agar itu dapat mengubah hidup kami, Jadikanlah kami, oleh Roh Kebenaran, menjadi serupa seperti Dia, yang adalah Kebenaran. Kami memintanya dalam nama-Nya. Amin.

Sekarang kita berada di halaman 13 dari bahan materi Anda, dan dan saya harap Anda telah menerima materi yang baru dalam buku catatan yang Anda miliki. Ada pernyataan yang sedikit lebih panjang dari yang biasanya saya sertakan, tetapi itu adalah wawasan yang luar biasa dari pelihat zaman kita. “Pelihat,” itu adalah nama kuno untuk “nabi” orang yang dapat melihat hal-hal yang kebanyakan dari kita tidak dapat lihat- karena mereka telah diberi penglihatan rohani secara khusus. Dengarkan uraian tentang apa yang terjadi di surga ketika manusia berdosa. Ini luar biasa, dan itu juga menyimpulkan akibat dosa atas sifat manusia.

Terdapat di Signs of the Times, 13 Februari 1893: “Ketika manusia berdosa, seluruh surga dipenuhi dengan kesedihan; karena dengan menyerah pada godaan, manusia menjadi musuh Tuhan, yang mengambil bagian dalam sifat setan.” Saya harus mengatakan ini: Dalam hal apa manusia telah menjadi bagian dari sifat setan? Egoisme telah mengambil alih tempat kasih, roh yang memotivasi sifat Setan, menjadi roh yang memotivasi sifat manusia. Oleh karena itu manusia mangambil bagian dari sifat setan. Kembali ke pernyataan: “Gambar Allah dalam diri manusia waktu diciptakan telah dirusak dan diubah. Tabiat manusia tidak lagi selaras dengan tabiat Tuhan; karena melalui dosa manusia menjadi duniawi, dan keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.” {Roma 8:7} Mengapa keinginan daging tidak dapat takluk kepada hukum Allah? Karena itu tunduk pada hukum yang mana? …hukum setan, hukum keegoisan; Alamiah hati kita telah dikuasainya. Baca terus: “Bagi para malaikat sepertinya tidak ada jalan keluar untuk pelanggar. Mereka menghentikan nyanyian pujian mereka, dan di seluruh pelataran surgawi ada perkabungan atas kehancuran yang ditimbulkan oleh dosa. Karena tidak selaras dengan sifat Tuhan, tidak tunduk pada tuntutan hukum-Nya, hanya kehancuran yang ada di hadapan umat manusia. Karena hukum Ilahi maupun tabiat Tuhan tidak berubah, tidak ada harapan bagi manusia kecuali ada cara yang bisa ditemukan sehingga pelanggarannya mungkin diampuni, sifatnya diperbarui, dan jiwanya dipulihkan untuk mencerminkan citra Allah. Kasih Ilahi telah membenihkan rancangan seperti itu.”{Amin} Puji Tuhan untuk kalimat pendek yang terakhir itu! Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Puji Tuhan untuk rancangan seperti itu! Rancangan itu ditentukan pada hati dan pikiran Tuhan sejak masa kekekalan dan harganya tidak ternilai, ada rancangan seperti itu, saudaraku.

Apa tujuannya? Dengarkan pernyataan berikut ini; menyimpulkan seluruh tujuan rencana keselamatan dengan sangat baik. Membina pendidikan Sejati, halaman 15 dan 16: “Dengan kasih dan rahmat yang kekal, rencana keselamatan telah dirancang dan pintu kasihan telah terbuka.” Terbuka untuk siapa? …Adam. Tapi ingat, siapakah Adam itu? – Manusia. Dan apa pun yang Allah lakukan untuk Adam, Ia lakukan untuk kita semua karena kita semua terkandung dan terlingkup di dalam, dan bersama dia. Ingat pelajaran tadi malam. Apa tujuan rencana ini? Lanjut membaca… waktu pintu kasihan masih terbuka? “Untuk memulihkan dalam diri manusia citra Penciptanya, untuk mengembalikannya menuju kesempurnaan di mana ia diciptakan, untuk mendorong perkembangan tubuh, pikiran dan jiwa, agar tujuan ilahi dalam ciptaan-Nya dapat terwujud- inilah yang akan menjadi pekerjaan penebusan.”

Apa tujuan yang utuh dari rencana keselamatan, saudara-saudaraku? Itu untuk membawa kembali manusia ke kesempurnaan seperti saat ia diciptakan, untuk mengembalikan di dalam dirinya citra Penciptanya, yang mewujudkan seluruh keberadaannya, itulah sebabnya tujuannya adalah untuk meningkatkan perkembangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Anda tahu, dalam setiap dimensi keberadaan kita, kita diciptakan menurut gambar Allah; kita menyandang gambar-Nya. Dosa merusak dan hampir melenyapkan keserupaan dengan Tuhan dalam setiap dimensi keberadaan kita. Tapi rencana keselamatan dirancang untuk mengembalikan rupa Tuhan dalam setiap dimensi keberadaan kita. Puji Tuhan untuk rencana seperti itu!

Perhatikan bagaimana rasul Paulus menyatakan tujuannya dengan begitu ringkas dari rencana keselamatan. Itu dicatat dalam 2 Tesalonika 2:13-14. Kita memiliki bagian yang luar biasa di sini; itu merangkum dengan sangat ringkas seluruh rencana keselamatan. Tapi hal yang sangat ingin saya tekankan adalah tujuan dari rencana itu. Ikuti saya; ayat 13, “Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab…” Inilah sinopsis singkat dari seluruh rencana keselamatan: “…sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai, untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan.” Ringkasan luar biasa dari seluruh rencana keselamatan, tapi dengarkan, inilah tujuannya. Apa itu? “sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.” OK kelas, gunakan kata kunci Anda. Kata apa yang baru saja Anda dengar di sana? {Kemuliaan} “- Kemuliaan,” dan kapan pun Anda mendengar kemuliaan, Anda perlu memikirkan kata apa? {Tabiat} “- Tabiat.” Jadi, saya bertanya pada Anda, menurut rasul Paulus, apakah tujuan keseluruhan dari rencana keselamatan? Itu untuk mendapatkan sekali lagi, apa? …tabiat Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Dalam hal ini, apakah kamu melihat, saudara-saudara terkasih, bagaimana pembangunan tabiat adalah pekerjaan yang paling penting yang pernah dipercayakan kepada manusia?

Sungguh, itulah seluruh tujuan dari rencana keselamatan yaitu diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan, bertumbuh dari satu tahap perkembangan tabiat ke tahap lainnya, ini berarti bahwa dari kemuliaan kepada kemuliaan bukanlah sesuatu pilihan bagi orang Kristen, bukan? Ini adalah esensi, inti dan pusat tentang apa artinya menjadi seorang Kristen Ketahuilah itu. Seluruh tujuan dari rencana keselamatan, adalah untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Sekarang rencana ini, yang dibuat di dalam hati Tuhan sejak mula kekekalan, dilaksanakan tepat waktu; dalam kata-kata Kitab Suci, “genap waktunya,” {Gal 4:4} dengan mengutus Putra Allah dalam misi ganda. Mohon Catat; inilah batasannya. Rencana keselamatan dilaksanakan ketika waktunya sudah digenapi dengan mengutus Anak Allah, melalui apa? Misi ganda. Apa misi ganda itu?

Nomor satu: Dia diutus untuk menyatakan kemuliaan Tuhan kepada manusia.

Nomor dua: Dia diutus untuk memulihkan kemuliaan Tuhan di dalam diri manusia.

Apakah kamu mengerti? Saya mengatakan dengan tegas bahwa itu merangkum, sungguh melingkupi segala perbuatan yang Kristus lakukan sesuai kehendak Bapa-Nya. Sungguh, itu mewujudkan seluruh rencana keselamatan. Sekali lagi, apa misi ganda itu? Anak diutus untuk menyatakan kemuliaan Tuhan kepada manusia, dan apa? …memulihkan kemuliaan Tuhan dalam diri manusia. Sekarang, beberapa dari Anda mungkin berkata, “Saya pikir Anak telah diutus untuk mati bagi dosa-dosa kita.” Ya, tentu saja; tetapi itu adalah sebagian dari penyataan tentang kemuliaan Tuhan kepada manusia. Amin? Anda tahu, kemuliaan Tuhan adalah tabiat-Nya, dan Dia menyatakan itu, ketika Dia menyebutkan nama-Nya. “TUHAN, TUHAN, Allah,” apa? ” …Penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya, dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman…” {Keluaran 34:6-7} Anda lihat, Kristus di kayu salib tidak hanya mengungkapkan belas kasihan Tuhan, tapi apa? …keadilan Tuhan. Tuhan tidak hanya membersihkan kesalahan orang, tetapi Dia juga mengampuni yang bersalah. Bagaimana? Atas dasar apa? Dengan memperhitungkan kesalahan mereka kepada Yang Tak Bersalah di kayu salib; dan karena Dia telah mati untuk dosa-dosa kita, sekarang kita dapat hidup karena kebenaran-Nya. Amin? {Amin} Jadi, semua yang Kristus lakukan, adalah penyataan kemuliaan Tuhan kepada kita.

Tapi saudara-saudaraku terkasih, Dia menyatakan kemuliaan Tuhan kepada kita, agar Dia dapat memulihkan kemuliaan Tuhan di dalam kita. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Tolong, pahami tujuan dari penyataan itu, adalah untuk memungkinkan pemulihan itu; dan memang, pemulihan tergantung pada penyataan. Mengapa? Begini, hanya dengan memandang maka kita dapat… diubahkan. Dia harus menyatakan kemuliaan Tuhan kepada kita sehingga kita dapat melihatnya, dan dengan demikian, diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan menjadi seperti apa yang kita… lihat. Apakah Anda tahu itu? Jika tidak ada penyataan tidak mungkin ada pemulihan. Rencana ganda, penyataan-pemulihan, adalah hal yang kita perlu perhatikan saat ini. Saya ingin melihat fase penyataan terlebih dahulu, lalu, mungkin agar seimbang, seminar kita akan membahas fase pemulihan dan bagaimana kita bekerja sama dengannya. OK? Kami baru saja memberi Anda gambaran singkat kemana tujuan kita.

Fase Penyataan. Perhatikan dalam konteks itu, 2 Korintus 4:6. 2 Korintus 4:6: “Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang! Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” Oh, saya suka itu. Anda mendengar kata kunci kita di sana, bukan? Silakan dapatkan gambarannya di sini, Planet bumi bersama umat manusia berada dalam kondisi penuh dosa. Kita berada dalam kegelapan yang mengerikan, seperti yang dikatakan nabi Yesaya dalam Yesaya 60. Anda ingat pelajaran kita tentang perikop itu; dan kita tersesat, dan satu-satunya cara kita akan menemukan hubungan yang menyelamatkan dengan Tuhan sekali lagi, adalah dengan memiliki sedikit cahaya yang menyinari jalan kita. Jadi, apa yang Tuhan lakukan dengan belas kasihan yang tak terbatas? Dia mengutus Anak-Nya menjadi Terang ini: “Karena Tuhanlah yang memerintahkan terang untuk bersinar dari kegelapan yang telah bersinar di hati kita.”…Cahaya apakah ini? “Untuk memberi terang pengetahuan tentang,” apa? “…kemuliaan Tuhan.” Apa itu? – Tabiat Tuhan. Dimana? “Di wajah Yesus Kristus.” Itulah yang Yesus lakukan kepada umat manusia ketika diutus oleh Bapa-Nya. Itu untuk menyatakan tabiat-Nya. Terang tabiat-Nya yang indah.

Tertulis disini “di wajah-Nya.” Nah, itu menarik karena tabiat manusia dinyatakan secara khusus di wajah manusia. Seluruh hidupnya, tentu saja, adalah penyataan dari tabiat-Nya, tetapi pada wajah tabiat itu secara khusus dinyatakan. Tuhan mengutus Anak-Nya untuk menyatakan kemuliaan itu, dan Anak mengutus Roh-Nya untuk memulihkan kemuliaan itu, dan untuk memungkinkan manusia melihat kemuliaan itu. Anda lihat, hal-hal spiritual, apa? …dilihat secara spiritual; dan manusia duniawi tidak mampu melihat cahaya penyataan tabiat Tuhan yang mulia, pada wajah Yesus. Jadi, Yesus mengirimkan Roh-Nya, agar kita memiliki penglihatan spiritual itu, kemampuan supernatural itu untuk melihat terang; dan Roh yang sama yang memampukan kita untuk memandang itu akan, apa?? mengubahkan kita menjadi serupa dengan-Nya yang dipulihkan dalam kita.

Kerinduan Segala Zaman halaman 341: “Roh-Nya akan memperkembang di dalam manusia semua yang dapat meninggikan tabiat dan memuliakan hakikatnya. Ia akan mengangkat manusia demi kemuliaan Allah di dalam tubuh, jiwa serta roh.” Anda lihat bagaimana manusia diwujudkan sekali lagi? Kita harus memuliakan Tuhan bahkan dalam apa? …tubuh kita. {1 Kor 6:19-20} Terus membaca: “‘Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.’ 2 Tim 1:7 Dia telah memanggil kita ‘untuk memperoleh kemuliaan'” apa? “-tabiat-” Saya tidak menambahkan itu. Pena inspirasi, komentar yang diilhami telah menambahkan bahwa – “‘…Tuhan kita Yesus Kristus’ telah memanggil kita untuk ‘menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.'” Terdapat di dalam “2 Tesalonika 2:14 dan Roma 8:29.” Sekarang, Bapa mengutus Anak untuk menyatakan kemuliaan; Anak mengirimkan Roh untuk memulihkan kemuliaan itu.

Apa peran kerja sama kita dalam keseluruhan proses ini? Itu adalah untuk memandang kemuliaan itu. Ingat? Ayat kunci kita, 2 Korintus 3:18: “Tapi kita dengan muka yang tidak berselubung melihat seperti dalam cermin kemuliaan Tuhan apakah… “apa? “…diubah menjadi gambar yang sama dari kemuliaan kepada kemuliaan, seperti halnya oleh Roh Tuhan.” Saudara-saudara terkasih, pemulihan tidak mungkin terjadi, kecuali kita melihat penyataan; dan justru karena alasan inilah, bahwa Tuhan mengutus Anak-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada manusia: agar Dia dapat menarik perhatian manusia, meminta ia mengarahkan pandangan pikirannya ke penyataan itu, dan dengan demikian, dapat memulihkan di dalam dirinya, kemuliaan yang dia lihat di dalam Yesus Kristus. Itulah mengapa Tuhan mengutus Anak-Nya.

Sekarang… Saya punya pertanyaan; mari kita pikirkan ini. Jika penting untuk melihat penyataan kemuliaan Allah di dalam Kristus, agar pemulihan terjadi di dalam kita, bagaimana dahulu kala orang-orang dipulihkan dari kemuliaan kepada kemuliaan, sebelum Kristus datang untuk menyatakan kemuliaan itu? Bukankah itu pertanyaan yang logis? Bukankah dulu ada masa ketika umat manusia sangat membutuhkan untuk diubah dari kemuliaan kepada kemuliaan, sebelum Kristus datang untuk menyatakan kemuliaan itu? Bukankah ada jangka waktunya? Ya, faktanya itu 4.000 tahun. Betul? 4.000 tahun setelah kejatuhan, Kristus berinkarnasi untuk menyatakan kemuliaan Tuhan kepada manusia. Pertanyaan saya adalah, bagaimana orang berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan sebelum itu? Sebelum inkarnasi, bagaimana caranya? Bagus, saya mendengar jawaban yang masuk akal. Apakah kamu mendengarnya? “Bait suci, dan pelayanannya.”

Ingatkah dalam pelajaran kita tentang tujuh cara, di mana Tuhan menyatakan Kemuliaan-Nya kepada kita? Apa salah satunya? – Tempat kudus dan pelayanannya. Kitab Suci berkata, “Bait suci itu penuh dengan kemuliaan Tuhan.” {Yehezkiel 10:4} Daud berkata, dia ingin pergi ke bait suci karena disanalah kemuliaan Tuhan bersemayam. {Mz 63:2} Ya, dalam memandang tabiat Tuhan, seperti yang dinyatakan di tempat kudus dan pelayanannya, manusia sebelum Inkarnasi diubah menjadi serupa dengan apa yang mereka lihat, dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Tapi tunggu sebentar. Bukankah ada jangka waktu sebelum didirikannya tempat kudus dan pelayanannya? Bagaimana mereka berubah sebelum adanya pembangunan Bait suci dan pelayanannya? Bagaimana mereka diubah dari kemuliaan kepada kemuliaan? Mereka harus melihat kemuliaan. Itulah satu-satunya cara agar setiap orang bisa diubah. Bagaimana? Alam, bagus. Tetapi apakah itu wahyu yang cukup untuk menyelamatkan kita? Tidak, karena itu rusak, dan menyimpang, dan tercela, karena dosa. Harus ada – tidak hanya penyataan melalui alam, harus ada – penyataan supernatural. Jadi, bagaimana manusia diubahkan sebelum adanya Bait Suci dan pelayanannya? OK. Catatan tabiat Tuhan (10 Perintah), yang diberikan di Sinai, tetapi itu diberikan setelahnya; bahkan, sesaat sebelum Bait suci dan pelayannya. Bagus. Saya mendengar jawaban yang saya cari. Apakah kamu mendengarnya? “Melalui sistem pengorbanan.” Pengorbanan anak domba. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin}

Saudara-saudaraku terkasih, saya ingin membawa Anda ke ayat kesukaan saya – salah satu ayat kesukaan saya. Saya akan mengatakan itu salah satu ayat kesukaan saya. Tertulis dalam Kejadian 3:21. Kejadian 3:21, “Dan TUHAN Allah membuat untuk manusia dan untuk isterinya itu, pakaian dari kulit binatang lalu mengenakannya kepada mereka.”

Saya tahu Anda berpikir, “Ayat kesukaan? Apa masalahnya? Bagaimana itu bisa menjadi ayat kesukaan seseorang?” Anda berpikir begitu, bukan? Saudara-saudaraku terkasih, itu adalah ayat yang sangat indah. Tetapi keindahannya tidak terletak di permukaan, bukan? Anda tahu, begitulah halnya dengan Kitab Suci. Tolong, jangan terlalu puas hanya dengan membaca apa yang dikatakan di permukaan. Mintalah penglihatan rohani dari Tuhan untuk membantu Anda melihat, apa yang sebenarnya dikomunikasikan dari kata-kata itu. Maukah Anda mengizinkan saya berbagi dengan Anda, mengapa ini adalah ayat kesukaan saya … atau salah satu ayat kesukaan saya? Apakah Anda siap untuk itu?

Saya ingin Anda melihat saudara-saudaraku yang terkasih, bagaimana keadaannya sejak awal, memang, sejak manusia berdosa, Tuhan memberikan penyataan supernatural dari kemuliaan-Nya, tabiat-Nya. Apakah Anda siap ? Singsingkan lengan baju Anda, kita harus bergerak cepat. Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit biantang untuk Adam dan istrinya, dan mengenakannya kepada mereka. Mereka jelas membutuhkan pakaian. Mengapa? Nah, karena mereka itu apa? {telanjang} Yah, sebenarnya tidak. Mereka berpakaian tetapi dengan pakaian yang tidak memadai. Apa itu? {daun ara} …daun ara. Mengapa mereka berpakaian daun ara? Karena mereka… telanjang jadi mereka mengenakan pakaian dari daun ara. Apakah Tuhan menciptakan mereka telanjang? Tuhan menciptakan mereka dengan pakaian terang, pakaian terang. {LDE 249.2} Mereka adalah gambaran Allah, dan Kitab Suci mengatakan secara spesifik, bahwa Allah berpakaian terang. {Mz 104:2} Dari manakah sumber terang ini? Ikuti dengan cepat. Mereka tinggal sepenuhnya bersama Roh Tuhan. Apakah Anda setuju dengan saya? …dan kehadiran sepenuhnya Roh Tuhan, terwujud dalam aura cahaya, yang membungkus bait tubuh.

Sangat mirip dengan apa yang terjadi, ketika Kemah Suci di gurun Sinai dipenuhi dengan kehadiran Tuhan. Bagaimana anak-anak Israel dapat mengetahui bahwa Dia ada di sana? Itu diselimuti dengan Shekinah, kemuliaan yang terpancar dari tenda itu. Apakah Anda mengikuti ini? Jadi pada kemah manusia, kemah suci manusia yang Tuhan dirikan, dimaksudkan untuk memenuhinya dengan hadirat-Nya – Dia melakukannya, dan memang Dia bisa, karena itu tanpa dosa ketika Dia menciptakannya.

Tuhan telah menciptakan manusia dengan kebebasan memilih, bukan? Kami telah membahas itu sebelumnya … …dan itu adalah risiko yang diambil Tuhan. Tapi Dia bersedia mengambil risiko itu, karena Dia bersukacita karena adanya kasih yang bebas memilih dari ciptaan-Nya. Ketika Anda berhenti dan memikirkannya, itulah satu-satunya hal yang membuat Anda dan saya merasa puas juga. Apakah Anda merasa sangat senang jika Anda memiliki robot, yang dapat diprogram untuk mengatakan setiap pagi saat bangun, “Aku mengasihimu, aku mengasihimu, aku mengasihimu, aku mengasihimu” sepuluh kali Apakah Anda benar-benar merasa nyaman dengan itu? – Tidak. Mengapa? Karena robot itu tidak mungkin bisa melakukan hal lain. Anda lihat, saudara-saudaraku terkasih, satu-satunya kasih yang memuaskan kita, adalah kasih yang bebas memilih; dan begitulah Tuhan kita. Agar manusia bisa mengasihi Dia dengan kasih yang bebas memilih, Dia harus memberikan kebebasan tersebut. Tetapi ketika Dia memberi mereka kebebasan memilih, tolong pahami sesuatu yang sangat penting di sini – Dia juga meyakinkan mereka, bahwa Dia akan menghormati pilihan mereka.

Sekarang, ini sangat penting… Pada dasarnya inilah arti keadilan. Keadilan mengatakan, “Apa yang ditabur, itu yang akan dituai.” {Gal 6:7} Sangat penting saudara-saudaraku, bahwa kita memiliki jaminan seperti itu, jika kita benar-benar ingin memiliki kehendak bebas. Anda tahu, bagaimana jika Tuhan berkata, “Dengar, Aku memberimu kuasa untuk memilih, engkau dapat memilih apa pun yang kau inginkan, tetapi Aku tidak yakin apakah Aku akan membiarkan engkau memilikinya.” Itu tidak berguna. Itu hanya tipuan. Jadi, ketika Tuhan memberikan kita kehendak bebas, Dia berkata, “Dengarlah, tolong anggap serius, dan lakukan dengan hati-hati, karena Aku akan menghormati apa yang engkau pilih.” Apakah Anda mengikuti ini? …dan itulah satu-satunya cara agar kita dapat benar-benar memiliki kebebasan memilih.

Sekarang, Tuhan memberikan pilihan kepada manusia untuk menguji tabiatnya, untuk menguji kesetiaannya, dan membantunya mengembangkan tabiat juga. Apa itu? Itu adalah sebuah pohon di tengah-tengah taman, yang disebut “pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.” Dia tidak boleh memakan buah dari pohon tersebut; dan Tuhan berkata, “Pada hari engkau memakannya, pastilah” apa? “…engkau mati.” {Kej 2:17} Anda tahu ceritanya… Saya tidak bisa menjelaskan detailnya… Saya ingin… Tetapi mereka memilih, apa? …Makan buah dari pohon itu. Jadi mereka memilih apa? Ayo, ikuti terus. Mereka memilih apa? …mereka memilih kematian.

Ngomong-ngomong, adakah yang sewenang-wenang tentang fakta bahwa Tuhan berkata, “Pada hari kamu memakannya, kamu akan mati”? Tidak. Mengapa? Karena memilih untuk makan buah dari pohon itu – ikuti ini – adalah memilih untuk memberontak melawan otoritas Tuhan, untuk menolak otoritas Tuhan. Dan saudara-saudaraku terkasih, tidak mungkin menolak otoritas Tuhan… tanpa menolak Tuhan sendiri. Mengapa? Karena Tuhan itu pencipta kita. Inilah kenapa Dia punya kuasa. Apakah Anda mengikuti ini? Dia menjadikan kita; Dia menciptakan kita. Itulah mengapa Dia memiliki otoritas atas kita. Jadi, menolak otoritas Tuhan, berarti menolak Tuhan; dan Tuhan adalah satu-satunya sumber dari apa? …kehidupan! Oleh karena itu, ketika seseorang memilih untuk menolak Tuhan, apakah yang Anda pilih? Kematian! Apakah Anda mengikuti ini? {Iya}

Sekarang, apa yang terjadi ketika mereka memilih untuk makan buah itu? Alkitab mencatatnya, dalam Kejadian, pasal 3. Mari kita buka bersama, Kita akan membahas poin-poin penting ini karena saya ingin cepat membuka ayat kesukaan saya, tetapi kita perlu menetapkan konteksnya. Kejadian 3:7: “Lalu,” Kapan? Baris terakhir di ayat 6, “diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” Sangat menarik. Hanya saat Adam makan – dan itu sangat penting – bukan “sampai” Adam makan. Ketika Adam memakan buah itu, apa yang terjadi? “…maka terbukalah mata mereka berdua. dan mereka tahu bahwa mereka,” apa?”…telanjang.”

Sekarang, apa yang terjadi di sini? Tuhan menghormati pilihan mereka. Setidaknya pada awalnya. Mari ikuti Mereka memilih untuk menolak Tuhan, lalu apa yang meninggalkan mereka? Roh Tuhan… dan dengan itu, apa yang lenyap? Manifestasi lahiriah, jubah cahaya, Shekinah menghilang. Apakah Anda mengikuti ini? …dan mereka memandang dan mereka melihat bahwa mereka, apa? …telanjang, …dan mereka panik. Mengapa? Karena seperti yang dikatakan ayat berikutnya, hari itu sedang sejuk.

Sekarang, saya punya… pendapat pribadi di sini. Ok? Saya ingin Anda tahu bahwa saya tidak punya bukti, “Demikianlah firman Tuhan” yang menjadi dasar ini. Itulah sebabnya saya langsung memberi tahu, ini pendapat saya pribadi. Saya yakin itu hari Jumat sore, sebelum matahari terbenam. Saya punya beberapa alasan untuk itu… Kita tahu itu di sore hari karena ayat berikutnya: “…pada waktu hari sejuk.” {Kej 3:8} Saya percaya bahwa itu Jumat sore, dan Tuhan – Pencipta mereka – Tuhan atas hari Sabat – akan datang, untuk menyambut hari Sabat bersama mereka.

Tetapi mereka melihat diri mereka sendiri, dan mereka memandang satu sama lain; dan mereka panik. Mereka tidak layak dilihat. Jadi, mereka segera mencoba membuat diri mereka tampil rapi. Apa yang mereka lakukan? Bagian terakhir dari ayat 7, apa yang dikatakannya? “…dan mereka menyemat daun pohon ara dan membuat,” apa? “…cawat.” Mereka berusaha mati-matian untuk mengganti jubah terang, dan membuat diri mereka layak tampil. Apakah Anda melihat gambaran nya di sini? Contoh pertama apa yang kita lihat, dalam tindakan ini? Kebenaran oleh perbuatan. Apakah kamu melihatnya? Benar-benar kebenaran oleh perbuatan; dan omong-omong, ketahuilah bahwa ini memperlihatkan siapa umat manusia sebenarnya. Ini adalah sifat dasar manusia. Ini bukan berarti kita dan Adam sebagai dua individu yang tidak ada hubungannya. Inilah kita, pada hakikatnya. Ini adalah cara kita berperilaku, sejak saat itu. Apakah Anda setuju? Maukah kamu mengakuinya? Kita terus berusaha membuat diri layak dilihat dengan usaha kita sendiri. Itu adalah kebenaran oleh, apa? …perbuatan. Kita berusaha membuat diri layak dilihat. Sekarang, kita memiliki cara yang lebih canggih untuk melakukan itu, daripada menggunakan daun ara Tetapi dengan prinsip yang sama. Apakah Anda mengerti?

Ngomong-ngomong, dapatkah Anda bayangkan betapa tidak nyamannya pakaian daun ara setelah mengenakan jubah terang? Tapi, saya yakin bahwa mereka tidak memperhatikan ketidaknyamanan fisik, karena adanya ketidaknyamanan rohani, hati nurani yang bersalah. Perhatikan. Betapa cocok nya pakaian ini, untuk membuat dirinya layak terlihat untuk berdiri, di depan hadirat Tuhan? Ayat berikutnya. setelah membuat pakaian seadanya itu menjadi satu, apa yang mereka dengar? “…dan mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk.” …sore hari. Selalu sebelumnya, ketika mereka mendengar langkah kaki yang mereka kenal itu, mereka berlari untuk menyambut dan memeluk-Nya, dan menyatakan kepada-Nya kasih dan penghargaan mereka untuk semua penemuan baru dari karya ciptaan-Nya yang mereka buat hari itu, atau minggu itu.

Tetapi kali ini mereka lari, tapi kemana? …untuk bersembunyi. “…dan Adam serta istrinya menyembunyikan diri dari hadapan Tuhan Allah, di antara pepohonan dalam taman.” Oh Saudara-saudaraku terkasih, apakah Anda langsung melihat efek radikal dari dosa, terhadap hubungan antara manusia dan Tuhan? Sekarang, mereka lari dan bersembunyi; mereka takut. Dapatkah Anda bayangkan pedihnya hati Tuhan? Sulit untuk membayangkan bagaimana, itu pasti telah menyakiti-Nya. Dia melihat ke depan, Dia mencintai mereka dengan segenap keberadaan-Nya. Dia hanya memikirkan kepentingan terbaik mereka, tetapi mereka lari dari-Nya; bagaimana pun itu pasti telah menghancurkan hati-Nya… Tetapi apa yang Dia lakukan? Oh, saya suka gambaran yang diberikan ini kepada kita tentang Tuhan. Ayat 9: “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, Di manakah engkau?”‘ …dan omong-omong, dalam bahasa Ibrani, tersirat bahwa Dia terus memanggil mereka. “Di manakah engkau? Di manakah engkau? Adam, di manakah engkau? Di manakah engkau? Aku ingin engkau kembali!” Tahukah Anda apa yang saya dengar dari kata-kata itu? “Meskipun engkau menolak Aku, Aku tidak menolakmu.” {Amin} Adam, Aku ingin engkau kembali; Adam, Aku punya rencana. Aku memiliki cara yang telah Aku buat, itu akan membuat Aku kehilangan segalanya, tetapi biarlah Aku jelaskan kepadamu, biarlah Aku tunjukkan kepadamu. Masih ada harapan, Adam izinkan Aku memberimu Injil. “Di manakah engkau?” …dan Dia terus mencari sampai Dia menemukan mereka.

Di mana Dia menemukan mereka? – Bersembunyi, di bagian taman yang paling dalam dan tergelap; dan bagaimana tanggapan Adam? “Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang, sebab itu aku bersembunyi.”‘ Sangat menarik… Berpakaian daun ara, tapi apa yang dia katakan? Dia telanjang. Apakah artinya jawaban itu memberi tahu kita tentang cukupnya pakaian daun ara untuk meyakinkan kita bahwa kita berpakaian dengan layak, ketika kita benar-benar berdiri di hadirat Tuhan Allah? Pakaian daun ara itu sama sekali tidak berguna. Apakah Anda mendengar saya, saudara-saudaraku terkasih? Tolong… tolong kenali itu Adam selangkah lebih maju dari Laodikia, dalam pengakuan ini. Apakah Anda mendengar apa yang saya katakan? Apa masalah kita? Kita begitu tertipu dengan daun ara, sehingga kita berpikir, bahwa kita kaya dan telah memperkayakan diri dan tidak kekurangan apa-apa; dan kita tidak tahu, bahwa kita melarat, dan malang miskin, buta dan telanjang. {Wahyu 3:17} Itulah kondisi Laodekia yang sangat mengerikan. Setidaknya, Adam mengakui bahwa daun pohon ara sama sekali tidak berguna. Tuhan menolong kita mengenal kain kotor kita (Yesaya 64:6) tidak memiliki kebaikan. Apakah saya mendengar Amin? (Amin)

Apa yang membantu Adam mengenali ketelanjangannya? Itu adalah pandangan sekilas tentang Tuhan. Hal yang sama yang membantu Saulus dari Tarsus yang malang menyadari, bahwa semua kain kotornya tidak ada apa-apanya, ketika ia bertemu Yesus, dalam perjalanan ke Damaskus. Saulus yang memulai hari itu di Yerusalem, merasa kaya dan telah memperkayakan diri dan tidak kekurangan apa-apa; kaget dan tersandung ke Damaskus, mengaku sebagai kepala orang berdosa {1 Tim 1:15}, karena dia telah bertemu Yesus di jalan. Kita membutuhkan pengalaman yang sama. Apakah saya mendengar Amin, saudara-saudara Laodekia? Kita membutuhkan pengalaman yang sama. Tuhan menolong kita agar lari kepada-Nya, selagi masih ada waktu untuk berpakaian! Tidak banyak waktu yang tersisa!

Adam mengakui ketelanjangannya, tetapi apakah dia bertanggung jawab secara pribadi? Dia mengakuinya, tetapi apakah dia bertobat sepenuhnya? Tidak …dan omong-omong, begitu besarnya keinginan Tuhan untuk membuat dia berpakaian dan memberikan keselamatan untuknya, Dia tidak bisa, kecuali dia benar-benar bertobat. Apakah Anda mengikuti ini? Dia harus mengaku bertanggung jawab secara pribadi atas ketelanjangannya. Jadi, pertanyaan berikutnya. Ayat 11: “Firman-Nya, Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang engkau makan itu?”‘ Tuhan sedang menuntun dia. Dia hanya merindukannya untuk mengakui perbuatannya, agar dia bisa diampuni. Tapi apa yang dikatakan Adam? “Perempuan itu membuatku memakannya!” Dia tidak hanya menyalahkan perempuan itu – Saya tidak mengutipnya dengan benar – Saya berharap hanya itu yang disalahkannya. Apa yang sebenarnya dia katakan? “Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka ku makan.” Adam! Apakah Anda mendengar apa yang dia lakukan? Dia menyalahkan Tuhan, juga perempuan itu. Dia berkata, “Jika Engkau memberiku perempuan yang lebih baik, ini tidak akan terjadi. Anda memberi saya pasangan yang salah. Itu salahnya, itu salah-Mu, tapi itu bukan salahku!” Saudara-saudaraku inilah sifat manusia yang ditunjukkan. Maukah Anda mengakuinya? Inilah kita. Inilah Adam, ini umat manusia. Ini adalah tentang kita semua. Inilah mengapa kita mengira kita kaya, dan telah memperkayakan diri dan tidak kekurangan apa-apa.

Tuhan berharap, merindukan respon yang lebih baik, berpaling ke perempuan itu; dan apa yang Dia katakan? “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Ayat 13 Dan, apa yang Hawa katakan? “Setan membuat saya melakukan itu!”“Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Ia tidak seberani Adam, tapi tersirat; “Dan Tuhan, Engkau mengizinkan ular itu berada di pohon. Engkau mengizinkan adanya keadaan seperti itu. Itu salah Ular, itu salahMu, tapi itu bukan salahku.”

Siapakah empat kambing hitam yang telah disalahkan oleh orang tua pertama kita, dan kita sendiri ikut menyalahkan sejak kejatuhan? Tuhan, satu sama lain, Setan, dan keadaan. Tapi, bukan siapa, kawan? Bukan siapa? …bukan diri kita sendiri.

Sekarang, Tuhan Allah ingin dengan segenap hati-Nya, untuk mengampuni oang tua kita yang memberontak, dan menawarkan mereka harapan, serta pakaian. Tapi, Dia tidak bisa kecuali mereka bertobat. Jadi, bagaimana Dia akan melakukan itu? Paulus menjelaskannya seperti ini dalam Roma 2:4: “Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” Apa yang menuntun pada pertobatan? – Kemurahan Allah. Jadi, apa yang Tuhan lakukan, untuk memimpin umat manusia yang memberontak ini, untuk bertobat? Dia melanjutkan dengan mengkhotbahkan khotbah Injil pertama yang pernah dikhotbahkan. Ya. Apakah Injil itu? Injil adalah kabar baik tentang kebaikan Allah, terhadap orang-orang berdosa yang tidak layak. Itulah Injil. {Amin} …dan Anda berkata, “Khotbah Injil pertama yang pernah dikhotbahkan.” Ayat 14 berikut, itulah kutukan yang diucapkan atas ular. “Apa maksud Anda khotbah Injil pertama yang pernah diberitakan?” Saudara-saudaraku ini bukan kabar baik untuk ular. Itu berita buruk bagi ular itu. Tapi apapun kabar buruk bagi ular itu, adalah kabar baik bagi kita. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Di sini kita memiliki, khotbah Injil pertama yang pernah dikhotbahkan, dan saya senang meluangkan waktu untuk menyelidikinya. tapi kita harus menyelesaikannya disini.

Di tengah khotbah ini, apa yang Dia katakan? “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan Keturunannya.” “Dia” – kata tunggal maskulin di dalam bahasa Ibrani – seorang Benih laki-laki keturunan dari wanita, “Dia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan,” apa? “…tumitNya.” Nubuatan pertama apa ini? Seorang Juruselamat, yang akan datang untuk membebaskan manusia dari tirani dosa dan Setan, dengan meremukkan kepalanya, – ular tua yang disebut iblis. – Anda lihat, sejak awal, Setan telah disamakan dengan ular, karena ia menggunakannya sebagai perantara untuk menipu umat manusia; dan ketika Tuhan Allah mengucapkan kutukan atas ular itu, Dia sebenarnya berbicara dengan siapa? …ular tua itu, yang disebut iblis. {Wahyu 12:9} Dan itu adalah pelajaran yang sangat penting: Apa yang terjadi pada ular sebenarnya memiliki penerapan rohani, tentang apa yang terjadi pada Setan. Menarik… Oh, meluangkan waktu untuk menyelidikinya… tapi kita tidak bisa.

Sekarang, “Keturunan” ini “Keturunan” istimewa yang akan menghancurkan kepala ular ini, akan lahir dari siapa? …wanita. Dan di manakah janji ini dipenuhi, saudara-saudaraku terkasih? Dimanakah itu digenapi? Itu digenapi di Golgota. Apa artinya “Golgota”? “Tempat tengkorak.” {Yoh 19:17} Bukankah itu luar biasa? Betapa jelasnya Tuhan memberi tahu kita, bahwa apa yang terjadi di Golgota, adalah penggenapan janji pertama itu. Ketika salib itu dipasang di Golgota, kepala Setan diremukkan. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Oh, saudara, saudari, apakah Anda melihatnya? Kejadian yang sama yang meremukkan tumit sang Juruselamat, juga terjadi pada kubur-Nya. Tapi karena si ular tidak bisa menyentuh kepala-Nya (1 SM 256.1) tidak bisa membuat Ia berdosa bahkan dalam pikiran-Nya; kubur tidak dapat menahannya dan Ia bangkit kembali (Amin) Tapi luka yang menimpa ular itu, tidak akan pernah sembuh. Kepalanya remuk. Amin? {Amin} Itu terjadi di Golgota.

Bagaimana kepalanya diremukkan? Ikuti dengan cepat. Mari kita pikirkan. Kuasa Setan atas umat manusia diperoleh, dan hanya dapat dipertahankan dengan kemampuannya untuk menipu kita. Apakah Anda mendengarkan saya? Melalui kebohongan, kita berada di bawah belenggu dosa, diri, dan Setan. Karena itulah ketika Yesus datang, Dia berkata, “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran akan,” apa? “…Memerdekakan kamu.” {Yoh 8:32}Amin? {Amin} …dan kebohongan asli apa, yang membawa kita ke dalam perbudakan Setan? Dia berbohong tentang tabiat Tuhan, dan akibat dosa; dan itu, bisa dengan sangat jelas dinyatakan dalam percakapan itu, di bawah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Tabiat Tuhan dan konsekuensi dosa.

Di manakah kebenaran tertinggi tentang keduanya, dinyatakan? Di dalam Kristus dan Dia yang disalibkan. Amin? Kita melihat kebenaran tertinggi tentang tabiat Tuhan, dan apa lagi? …konsekuensi dari dosa; dan bagi mereka yang mengetahui kebenaran, kekuatan tipuan setan, dipatahkan. Kepalanya remuk dan kita dibebaskan. Amin? {Amin} Setan adalah musuh yang dikalahkan. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Kepalanya diremukkan. Itu fakta sejarah.

Sekarang, beberapa dari Anda mungkin berpikir, “Tunggu sebentar, kenapa dia tampak begitu hidup dan sehat di planet bumi? Oh, jangan tertipu oleh penampilan saudara-saudaraku terkasih. Apa yang terjadi saat Anda menghancurkan kepala ular? Ayo, apa yang terjadi? Ekornya akan mencambuk untuk beberapa lama. Kepala Setan telah diremukkan. Dia adalah ular yang terluka parah. Saya mohon jangan ikut terseret ke dalam lautan api dengan ekor ular yang terluka parah. Kriistus telah menaklukkan musuh kita, dan kita telah menaklukkannya dalam Dia, dan dengan Dia, ketika kita datang ke salib, dan menerima Dia, dan menerima apa yang telah Dia lakukan; seperti yang telah dilakukan untuk kita. Kabar baik yang sangat berharga. Injil yang berharga. Apakah itu berhasil?

Dengarkan. Dia melanjutkan dengan mengucapkan kutukan pada wanita itu, dan pada pria itu, apa yang Dia katakan? Ayat 19: “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Apa yang Dia katakan kepada mereka yang akan terjadi padanya? …yang akan terjadi pada mereka? …mereka akan mati. Dia mengulangi, apa yang telah Dia peringatkan kepada mereka. “Sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau,” apa? “…mati.” {Kej 2:17} Apakah mereka mati, pada waktu mereka makan? Tidak, mereka tidak mati. Mengapa? Bukankah Tuhan mengatakan yang benar kepada mereka? Mengapa mereka tidak mati, pada hari mereka makan?

Dengarkan dan ikuti dengan cermat. Tolong mengerti. Dengan hukuman mati terngiang-ngiang di telinganya, apa yang Adam lakukan? “Dan Adam menyebut nama istrinya Hawa, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.” Dalam bahasa Ibrani, “Hawa” berarti kehidupan. Adam, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa Anda menamai istri Anda “hidup” tepat setelah Tuhan memberi tahu Anda bahwa Anda akan mati? Apakah ini tindakan pembangkangan? Apakah dia mengepalkan tinjunya dan berkata, “Saya menolak keputusan itu? Saya akan menamai istri saya ‘kehidupan’ hanya untuk membuatmu marah.” Itukah yang terjadi? Tidak, saudara-saudaraku, tidak, tidak, tidak.

Apa yang terjadi? – Iman sedang terjadi. Amin? Dia telah mendengar khotbah Injil. Dia telah mengerti. Dia telah memahaminya, dan dia mempercayainya. Bagaimana kita tahu itu? Siapa “Keturunan” yang akan lahir itu, yang akan meremukkan kepala ular? Perempuan itu. Menurut Adam siapakah itu? Istrinya. Bisakah Anda menyalahkan dia? Tidak ada kandidat lain. Tuhan tidak berkata, “Nanti tunggu sampai 4.000 tahun lagi, dan namanya Maria.” Dia hanya berkata, “lahir dari wanita itu,” dan tentu saja Adam mengira itu istrinya. Jadi, apa yang dia lakukan dengan memanggilnya Hawa? Dia menamainya untuk menghormati Mesias yang dijanjikan. Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} Imannya telah memahami Injil, dan ia menjalankan imannya. Sungguh iman tanpa perbuatan, itu apa? …mati. {Yak 2:20} Dia sekarang, menamai istrinya untuk menghormati Keturunan itu. Dan saudara-saudaraku terkasih, sekarang Tuhan Allah dapat memperhitungkan dia sebagai orang benar oleh karena apa? …iman.

Apakah Anda melihat pentingnya ayat berikut? “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang.” {Kej 3:21} Itulah penetapan sistem korban. Itu dia! Bab selanjutnya, perdebatan antara Kain dan Habel, tentang korban yang dapat diterima. Kapan itu ditetapkan? Itu ditetapkan pada hari manusia berdosa! Saat dia sangat membutuhkannya. Bagaimanapun , Tuhan telah berkata, “Sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” {Kej 2:17} Satu-satunya alasan manusia tidak mati pada hari mereka makan buah itu, adalah karena “…Anak Domba Allah telah disembelih sejak dunia dijadikan.” {Wahyu 13:8} Apakah saya mendengar “amin”? {Amin} …dan dalam pengorbanan anak domba yang menjadikan pakaian dari kulitnya, sebagai simbol dari jubah kebenaran, kita memiliki penggenapan yang indah dari Anak Domba Tuhan. Amin? {Amin} …dan dengan memandang pada pengorbanan itu, dalam memandang belas kasihan, keadilan Tuhan, yang dinyatakan dalam anak domba, kita menjadi apa? Berubah. Ketika Anak Domba yang yang sesungguhnya akhirnya datang, bagaimana Yohanes Pembaptis memperkenalkan-Nya? “Lihatlah, anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29) Oh, mohon pandanglah Dia; dan dalam memandang Anda akan diubahkan. Bolehkan kita berdiri untuk berdoa?

Bapa di surga, saya sangat berterima kasih karena sejak awal, Engkau telah menyatakan kemuliaan-Mu kepada kami dengan menetapkan sistem korban. …dan seperti yang kami lihat pada anak domba yang disembelih – keadilan-Mu, rahmat-Mu, kasih-Mu, tabiat-Mu digambarkan dengan indah. Bantulah kami untuk memandang Anak Domba, agar kami dapat diubahkan. Terima kasih telah menyatakan kemuliaan-Mu kepada kami melalui Anak Domba yang disembelih, dan melalui Anak Domba, Engkau dapat memulihkan kemuliaan-Mu di dalam kami. Kami memuji-Mu dan berterima kasih dalam nama Yesus. Amin.